RM 07-01 Sebuah Jam Tangan yang Dirancang Khusus untuk Wanita Tangguh
Dengan desain yang dikonstruksi sebaik mungkin, proses pembuatan jam tangan ini dibuat dengan paripurna untuk menyaingi tampilannya yang tangguh.
24 May 2017


 

Anda mungkin mengenal koleksi jam tangan wanita Richard Mille dengan tampilannya yang menonjol dan siluetnya yang sensual, mengusung rancangan case berbentuk tonneau atau barel, dan dial bertatahkan permata. Namun di balik seluruh pesonanya tersebut, tersirat kisah panjang proses merakit salah satu kreasi penunjuk waktu terumit di dunia. Menata bebatuan mulia di atas karbon NTPT (North Thin Ply Technology) merupakan petualangan baru bagi Richard Mille. Tak seperti emas, yang dapat diolah secara langsung dengan peralatan untuk membangun rangka yang akan menjadi rumah bagi rangkaian berlian, kekuatan dan ketangguhan karbon NTPT membutuhkan mesin CNC yang dilengkapi dengan peralatan berlian guna menggiling dan melakukan proses mitraillage sebagai salah satu langkah pembuatan pavé setting.

Hadirnya free sprung balance yang dilengkapi dengan variable inertia menjamin ketahanan terhadap guncangan serta saat movement assembly dan disassembly, sehingga menghasilkan hasil kronometri yang lebih baik sepanjang waktu. Fitur regulator index telah dieliminasi,  mempertanggungjawabkan hasil yang lebih akurat serta memungkinkan adanya pengaturan berulang berkat empat adjustable weights mungil yang dialokasikan pada balance.

Dengan konstruksi stem-crown yang telah dipatenkan, rancangan baru ini menawarkan integritas pergerakan jam yang penuh jaminan dan terproteksi dari pengaruh eksternal karena tidak menggunakan crown klasik yang tertanam hingga ke jantung mesin. Hal ini digagas oleh Richard Mille sebagai sebuah solusi jangka panjang untuk melindungi pergerakan mesin penunjuk waktu itu sendiri.

Berbicara soal rotor, Richard Mille menawarkan rotor dengan variable geometry untuk rancangan RM 07-01. Rotor yang dilengkapi dengan variable inertia ini telah diinkorporasikan ke dalam kaliber CRMA2, memungkinkan rotor ini untuk diatur sesuai dengan level aktivitas penggunanya. Pengaturan ini dimodifikasi dengan menyesuaikan dua weights yang dapat digerakkan ke posisi yang diinginkan lalu dikunci. Inersia dari pergerakan meningkat ketika kedua weights diposisikan berdekatan dengan satu sama lain sehingga barrel dapat berputar dengan lebih cepat. Ketika weights diposisikan berjauhan dari rotor, inersianya pun berkurang, menghasilkan perputaran barrel yang lebih lambat.

Berkat kecanggihan kaliber mereka sendiri serta pelat selubung jam tangan yang berhiaskan berlian dan karbon NTPT, menjadikan jam tangan serial RM 07-01, sebuah opsi unik namun tangguh bagi wanita manapun. (GG) Foto: Richard Mille
 

 

Author

DEWI INDONESIA