LOG IN  |  REGISTER

Joana Vasconcelos di Versailles


Setelah Koons dan Murakami, kini Vasconcelos menggelar pameran di Versailles
Dewimagazine News

Joana Vasconcelos akan menjadi pusat perhatian di istana Versailes Juni 2012. Seniman Portugis kelahiran Paris itu akan mengadakan pameran di area istana yang pernah digunakan oleh seniman papan atas Takashi Murakamai, Jeff Koons, Xavier Velhan, dan Bernar Venet.

“Saya selalu memikirkan Versailles,” ujarnya. Meski demikian, ia lantas tidak bermaksud untuk menyesuaikan diri. Ia justru ingin berkonfrontasi. Ia merancang eksibisi ini bukan hanya sebagai dekorasi melainkan sebagai interpretasi kontemporer terhadap suatu tempat yang sangat legendaris. Ia mempertanyakan ide kemewahan dan keindahan melalui karya-karya baru yang ia ciptakan khusus untuk Versailles. Di saat yang sama, pameran ini mengeksplorasi sosok seorang wanita yang omnipresen dalam hal pendekatan, seperti saat ia berada di dalam Versailles. Ia menganut estetika popular namun tetap berkelas—sebuah dialog antara masa lalu dan masa kini yang membentuk bagian sejarah itu sendiri.

“Karya saya berkembang seputar ide bahwa dunia ini adalah sebuah opera dan Versailles mengandung estetika yang menginspirasi saya. Karya-karya yang saya ajukan ada untuk tempat ini. Saya melihat mereka terkait dengan dengan Versailles tanpa batas waktu. Saat saya berjalan melalui kamar-kamar dan taman istana, saya merasakan energi yang berkutat di antara realitas dan mimpi, keseharian dan keajaiban, perayaan dan tragedi. Saya masih bisa mendengar gema langkah kaki Marie Antoinette, musik dan suasana perayaan di kamar-kamar tersebut. Akan seperti apa Versailles apabila dunia yang begitu megah dan riang ini hadir di era kita?”

Bagi Anda yang penasaran ingin menyaksikan interpretasi Joana Vasconcelos, pameran ini akan berlangsung mulai 19 Juni hingga 31 September 2012. (JO)

Foto: Dok. Château de Versailles spectacles

Pameran Seni Charwei Tsai: Dedikasi untuk Laut
Laut memberi inspirasi keindahan yang kompleks dalam budaya kontemporer.
Cerita Dua Perempuan Korea di Espace Louis Vuitton Hong Kong
Korea tak cuma punya Psy dan Suju. Mereka punya dua seniman rupa yang cerita tentang pergeseran identitas perempuan.
Menghadirkan Ketidakhadiran
Kata ‘ketidakhadiran’ belakangan ini jadi sering hadir dalam perbincangan masyarakat. Empat seniman menerjemahkan kata itu dalam karya rupa mereka.
Seni Kontemporer Indonesia di Brisbane
Pelan tapi pasti, seniman-seniman rupa kontemporer Indonesia terus menjejakkan nama di dunia seni rupa dunia. Kali ini, mereka ‘mentas’ di Brisbane, Australia.

 
 
  > KOMENTAR
 
  Tulis Komentar Forum
200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
K I R I M  
 



HIGHLIGHTS
pink versus black
Es Krim Magnum gelar voting untuk menentukan rasa terbarunya.
chanel membuka butik terbesar di...
Lebih besar dari sebelumnya, Anda akan rasakan pengalaman retail baru yang semak...
menyambut tiga monyet di pesta m...
Dewi mencoba pilihan baru whisky untuk bersantai di waktu luang.
       JOIN OUR COMMUNITY
                   
INTERACTIVE
tren rambut pendek: feminin vs edgy
Dari gaya rambut Anne Hathaway yang manis atau potongan ultra modern ala Miley Cyrus, yang mana pilihan Anda?
your valentine foot fetish : tod's flat appeal vs jimmy choo’s sexy heel
Merayakan Valentine bersama pasangan, utamakan kenyamanan atau penampilan?
inspirasi riasan: minimalis vs tampilan seksi
Dari karpet merah Golden Globes 2013, gaya riasan Rosie Huntington atau Claire Danes yang akan Anda tiru?

ABOUT US            SUBSCRIBE            PRIVACY POLICY            TERM & CONDITION

Copyright © 2014 Dewimagazine.com. All rights reserved.