Hian Tjen, Ksatria Keempat Dewi Fashion Knights 2017
Terpilih sebagai ksatria keempat Dewi Fashion Knights 2017, Hian Tjen wujudkan mimpi wanita melalui gaun-gaun karyanya.





Majalah dewi berkesempatan untuk bertemu dan berbincang dengan desainer Hian Tjen. Berdiskusi tentang mimpi dan imajinasi, berikut adalah kutipan wawancara kami dengan sang desainer.
Apa arti kemewahan bagi seorang Hian Tjen? “Mewah tidak selalu berarti heboh. Bagi saya, sederhana itu kemewahan selama dibarengi dengan pembawaan karakter yang sesuai.”
 
Bagi Anda, sepenting apa peran elemen fantasi atau mimpi dalam mendesain? “Sangat penting karena koleksi saya semua berangkat dari imajinasi yang kemudian dikembangkan dan dikemas menjadi lebih modern.”
 
Banyak wanita yang datang kepada Anda untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka, pernakah Anda merasa tak yakin atau tak memiliki mimpi yang sama? “Pasti pernah, namun itu menjadi sebuah tantangan bagi saya, dimana saya dapat belajar banyak juga dari klien melalui diskusi dan juga berbagi sumber inspirasi bersama untuk mereka sehingga menghasilkan sebuah mimpi yang sesuai dengan harapan mereka dan juga sesuai dengan karya saya.”
 
Ketika hal tersebut terjadi, apa yang akan Anda lakukan? “Berdiskusi dan berbagi inspirasi, serta mengedukasi agar pandangan klien menjadi lebih luas terhadap mimpinya.”
 
Imajinasi tentu hal yang penting dalam mendesain. Sejauh mana Anda memberi kontrol pada imajinasi Anda?
“Imajinasi harus disesuaikan dengan realita dan juga idealisme seiring dengan berkembangnya era, terutama di dunia fashion.”
 
Anda disebut-sebut sebagai ‘Elie Saab milik Indonesia’. Apakah Anda bangga dengan pernyataan tersebut atau justru merasa terbebani dengan titel tersebut? “Bukan merupakan suatu kebanggaan. Secara kebetulan saja tipe karyanya satu garis, terutama dalam hal detailing.”
 
Mana yang lebih membahagiakan bagi Anda, melihat kreasi Anda tercipta sesuai visi namun tak ada yang mencintainya atau melihat kebahagiaan para wanita yang mengenakan gaun rancangan Anda walau gaun tersebut tidak sesuai dengan visi Anda? “Saya adalah seseorang yang idealis, jadi saya lebih mengutamakan karya yang sesuai dengan visi saya. Namun seiring dengan pengalaman, saya banyak belajar juga untuk menemukan cara agar visi dapat diterima oleh klien sesuai dengan keinginan mereka setelah diberikan edukasi.”
(GG) Foto: Hilarius Jason
 
 

 



JOIN OUR COMMUNITY