Bekerja di Simpang Kepentingan bagi Sati Rasuanto
Dalam karier, Sati kerap berada di posisi yang mengharuskan dirinya menjadi titik lebur antara kepentingan publik dan swasta. Dan ia menyukainya.



Bekerja sebagai konsultan financial dan Managing Director dari Endeavor Indonesia, nampaknya belum mencukupkan gairah Sati Rasuanto untuk berhenti menginspirasi lingkungan sekitarnya. Ternyata ia mempunyai keinginan untuk terus memberikan suatu gebrakan baru. Sedari kecil jiwanya yang selalu ingin maju nampaknya tercerminkan pada saat dewasa.

Ia selalu ingin dekat dengan publik, karena sang ayah yang pernah menjadi seorang jurnalis dan banyak bertemu dengan banyak orang membuat nya juga ingin seperti itu. Ayah Sati adalah Bur Rasuanto, seorang jurnalis senior Indonesia yang dulu ikut memimpin majalah Tempo. Sehingga sedari kecil dirinya merasa terekspos dengan hal-hal yang berbau publik.

Sejak itu, langkah Sati dalam membangun karier di tempat-tempat yang bersinggungan dengan sektor publik terbilang lancar. Pada 2005 ia mulai bekerja untuk World Bank, di mana ia secara berkala memegang beberapa posisi, mulai dari bidang infrastruktur, project financing, energy specialist, hingga Advisor to the Country Director.

Sati orang yang passionate sehingga ia melihat karier sebagai cara mengekspresikan diri dan berkontribusi bukan bekerja untuk dapat uang, dan uang itu dipakai untuk melakukan apa yang dia mau, Jadi tidak passionate dengan pekerjaannya. Baginya antara hidup dan karier tak akan terpisahkan. Karena memang dari dulu selalu memilih pekerjaan yang ia cintai. (NF) Foto: Honda Tranggono 
 

 



JOIN OUR COMMUNITY