Sri Mulyani Indrawati Jadi Menteri Keuangan di Reshuffle Jilid 2 Kabinet Joko Widodo
Media-media asing menjuluki menteri keuangan terbaru ini, Sri Mulyani Indrawati sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia. Ini profilnya singkatnya.
27 Jul 2016



Presiden Joko Widodo akan melantik 13 menteri baru hasil perombakan kabinet (reshuffle) jilid 2. Pelantikan akan berlangsung hari ini, Rabu 27 Juli 2016 pukul 14.00 di Istana Negara. Nama Sri Mulyani Indrawati yang pernah menjabat sebagai menteri keuangan pada periode 2005-2009 masuk ke dalam jajaran menteri baru yang akan dilantik. Ia diberitakan akan kembali menduduki posisi yang pernah ia duduki, menggantikan Bambang Brodjonegoro.

Sri Mulyani Indrawati dianggap telah menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi yang melanda dunia, meskipun tidak menyelesaikan masa tugas sebagai menteri keuangan dalam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dengan mengundurkan diri pada 2010, di periode kedua jabatannya. Di masa ia menjadi menteri keuangan, ekonomi Indonesia justru mengalami peningkatan sebesar 4,5 %, pada 2009 ketika banyak negara di dunia mengalami krisis berat, termasuk Eropa, Jepang dan Amerika Serikat. Sebelum menjabat menteri keuangan Indonesia, doktor ekonomi dari University of Illinois ini, pernah menjadi direktur eksekutif International Monetary Fund, membawahi 12 negara di Asia Tenggara. Kini ia salah satu dari tiga direktur pelaksana World Bank Group dan bertanggung jawab terhadap pemantauan 74 negara di Amerika Selatan, Karibia, Asia Timur dan Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Utara. Pada 2011, ia berada di urutan ke-65  perempuan paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes.
 
INFOGRAFIS

2002-2004: Direktur eksekutif International Monetary Fund untuk Asia Tenggara.
2005-2009: Diangkat menjadi menteri keuangan Indonesia
2006: Dipilih sebagai Euromoney Finance Minister of the Year oleh majalah Euromoney.
2007: Asia's Finance Minister of The Year versi suratkabar Emerging Markets
2008:
-Perempuan paling berpengaruh di Indonesia dan  berada di urutan ke-23 perempuan paling berpengaruh di dunia menurut Forbes Magazine.
-Di masa ini nilai tukar mata uang asing mencapai 50 triliyun dolar.  
-Terjadi pengurangan utang publik sekitar 30 persen dari 60 persen.
-Merevisi struktur insentif dan menaikkan gaji pegawai negeri sipil agar mereka terhindar dari menerima sogokan.
2008: Sekali lagi dipilih sebagai Asia's Finance Minister of The Year oleh suratkabar Emerging Markets
2009:
-Dipilih kembali sebagai menteri keuangan di periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
-Ekonomi Indonesia meningkat sebesar 4,5 persen ketika banyak negara mengalami resesi.
-Pengelolaan pajak penghasilan meningkat  dari 4,35 juta hingga 16 juta pada lima tahun terakhir. Penerimaan pajak meningkat sekitar 20 persen per tahun untuk lebih dari  Rp 600 juta di tahun 2010.
2010: Mengundurkan diri sebagai menteri keuangan.
2010: Ditunjuk sebagai satu dari tiga direktur pelaksana dari World Bank Group.
2011:  Di urutan ke-65 perempuan paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes.

Teks : LC/CA
Foto : Dok. Dewi
 

 

Author

DEWI INDONESIA