Kenali Lebih Dekat Ritual Spa Tradisional Khas Jawa
Mandarin Oriental menawarkan teknik pemijatan khas leluhur Jawa, Royal Javanesse Massage.



Ritual spa di Indonesia telah ada sejak zaman kerajaan Hindu-Budha, dan dilakukan turun temurun hingga kini. Hal ini ditandai dengan adanya peninggalan sejarah berupa tempat pemandian kuno (patirtan). Bentuknya seperti candi dan digunakan untuk mandi, seperti yang terlihat di relief Candi Borobudur. Tradisinya berupa berendam dan melakukan pemijatan serta perawatan dengan wewangian tradisional alami, seperti bunga-bunga atau minyak aromatik. Peninggalan sejarah seperti ini menunjukkan bagaimana cara melakukan perawatan kecantikan wanita Indonesia, tak hanya lahiriah tapi juga batiniah.
Berkembangnya zaman menjadi yang lebih modern mendorong tempat-tempat spa untuk menyediakan perawatan-perawatan yang mendunia. namun, banyak pula tempat-tempat wellness spa yang mulai menghadirkan perawatan tradisional Indonesia dan mengkhususkan pada teknik pemijatannya. seperti yang ada di Mandarin Oriental, Jakarta. Royal Javanese massage namanya. “Cirinya smooth?tapi tekanannya dalam. Dan memang teknik pemijatan khas leluhur Jawa ini yang kami adopsi untuk Royal Javanese di sini. Beda dengan teknik pemijatan Bali yang lebih ringan,” jelas Fitness & wellness manager Mandarin Oriental, Susiana. “Dahulu tradisinya tak boleh sembarang orang boleh memijat. Hanya orang berilmu seperti wanita tua yang telah memiliki ilmu pijat yang kemudian diturunkan kepada generasi berikutnya,” lanjutnya.
Yang khas lagi dari teknik pemijatan ini adalah fokus kepada tekanan jari jempol yang mengejar titik-titik tubuh tertentu. Tekniknya juga dikombinasi dengan gerakan mengusap- usap (effleurage) dengan telapak tangan, meremas dengan jari-jari, menekan dengan kepalan tangan, mencubit, menepuk dengan punggung tangan (tapotage), menggetarkan (vibration) dan memutar, serta menggosok (friction). Gerakannya mengarah ke atas atau ke arah jantung. Gerakan-gerakan ini dilakukan langsung ke tubuh dengan baluran minyak untuk menghangatkan, merelaksasi, sekaligus melembutkan kulit. Khusus di Mandarin Oriental, Jakarta, sesi diawali dengan ritual basuh kaki yang diadopsi dari ritual pernikahan adat Jawa wiji dadi (dikenal dengan upacara injak telur). Ritual ini memiliki simbol penghormatan dan pengabdian. “Di sini, ritual basuh kaki menandakan rasa hormat dan rasa abdi kami kepada para tamu. mencuci kaki dengan bunga dan jeruk nipis ini juga mampu menyeimbangkan suhu tubuh dan mempersiapkan tubuh untuk menerima perawatan berikutnya,” kata Susiana. (MA, MEL) Foto: Dok. Dewi
 

 




JOIN OUR COMMUNITY