Simak Pilihan Olahraga Pintar Ala Kelly Tandiono
Selain sebagai model, Kelly Tandiono sangat menyukai olahraga sehingga dijadikannya gaya hidup sampai saat ini.

1 / 3
Kesibukannya dalam dunia modeling tak pernah menghalanginya untuk melakukan olahraga. Sejak usia tiga tahun, wanita berkebangsaan Indonesia yang lahir di Singapura ini sudah menyukai olahraga dan menjadikannya gaya hidup hingga kini. Ia adalah Kelly Tandiono, yang juga pernah menjadi atlet sprint saat masih di bangku sekolah. Ia mengaku bahwa sudah menyukai beragam olahraga (mungkin) sejak bicaranya masih terbata-bata. Lari, renang, sampai olahraga bela diri diikutinya. “Semua dilakukan atas semangat pribadi, bukan atas permintaan orang tua,” ceritanya. Beragam martial art juga pernah dicoba, mulai dari taekwondo, karate, dan muay thai. “Pada dasarnya, saya sudah punya basic bela diri sejak kecil. Dan, sekarang saya mencoba mendalami pencak silat Merpati Putih,” lanutnya.
 
Bela diri pencak silat sudah dilakoninya sejak tahun 2015. Ketertarikannya pada pencak silat berawal ketika terlibat dalam sebuah pembuatan film, yang kemudian ia teruskan dan diperdalam hingga bergabung dalam perguruan pencak silat Merpati Putih. Alasan bela diri bukanlah yang utama, melainkan untuk melatih fokus, tenaga dalam, melatih pernapasan, dan sangat baik untuk kesehatan tubuh secara umum. “Ada seni dalam pencak silat. Kita bermain dengan tenaga dalam, melatih kepekaan diri, juga penyembuhan diri,” paparnya. Hal ini pun terbukti, tubuhnya semakin kuat, seimbang, dan mengaku jarang sakit.
 
Selain pencak silat, kini Kelly menambah daftar bugarnya dengan olahraga Triathlon. Triathlon adalah olahraga yang menggabungkan tiga cabang olahraga sekaligus, yaitu berenang, berlari, dan bersepeda. Kebiasaanya melakukan ketiga olahraga ini sejak kecil menginspirasinya untuk ber-triathlon sejak sekitar dua tahun lalu. “Memang sudah sejak kecil suka bersepeda, berlari, dan berenang. Maka tak terlalu berat untuk memulai triathlon walau kelihatannya juga cukup menantang. Awalnya diajak teman, lalu tertarik. Sekarang juga bergabung dalam sebuah komunitas triathlon,” tandasnya.
 
Tak jauh berbeda dengan pencak silat, triathlon juga melatih fokus diri dan yang paling penting adalah benar-benar melatih teknik pernapasan serta seluruh otot tubuh. “Masing-masing dari ketiga olahraga ini punya teknik gerak dan pernapasan yang berbeda. Sehingga, bila harus dilakukan sekaligus seperti pada triathlon maka kita harus pandai membagi energi dan mengaturnya. Harus terus berlatih,” lanjutnya. Dan, hal lain yang menginspirasi dirinya adalah karena ingin merasakan berada di atas podium.
 
Kelly bercerita bahwa ia sudah empat kali mengikuti kompetisi triathlon, seperti di Pariaman, Bali, dan Sungailiat. Lintasannya juga tak main-main. Untuk di Sungailiat misalnya, ia harus mengarungi lintasan sprint sepanjang 750 meter untuk renang, 20 kilometer untuk sepeda, dan 5 kilometer untuk lari. Namun naas, pada Sungailiat Triathlon tahun 2016, cita-cita kemenangannya kandas karena ban sepeda yang pecah di pertengahan jalan. Namun, ia tak patah semangat, karena akan berkompetisi lagi pada Sungailiat Triathlon di tahun ini.
 
Mengikuti kegemarannya berolahraga yang cukup ekstrem untuk kalangan wanita, Kelly juga menyempurnakan olah tubuhnya dengan bikram yoga sebagai penyeimbang yang ia lakukan setidaknya sekali dalam seminggu. “Olahraga dengan pintar, ini moto saya. Kita harus mengenal tubuh kita sehingga bisa mengatur jadwal olahraga dengan baik. Bila sedang lelah, jangan paksakan berolahraga. Pola makan harus baik dan lengkapi dengan Omega 3 dan asupan vitamin B complex. Dan yang tak kalah penting adalah usahakan beristirahat dan tidur minimal delapan jam sehari, dan lakukan olahraga di pagi hari saat kondisi tenaga sedang baik-baiknya,” sarannya. Inilah rahasia sehat dan bugar Kelly Tandiono. Tak heran bila ia selalu tampil energik dalam karier modelingnya, juga dalam kehidupannya karena selalu menjaga stamina dan berdisiplin berolahraga. (MEL, TA) Foto: Dok. Kelly Tandiono, Dok. Dewi
 

 




JOIN OUR COMMUNITY