Gajah, Bambu, dan Hantu di Artjog 2012
Tiga ?pesanan? istimewa itu disajikan dalam Jogja Art Fair 2012 di Taman Budaya Yogyakarta.

1 / 4

Pasar seni yang menghadirkan lebih dari seratus seniman Indonesia dan mancanegara kembali digelar oleh Heri Pemad Art Management (HPAM) dan Jogja Art Fair (JAF) untuk kelima kalinya. Dibuka pada Sabtu, 14 Juli 2012 lalu, Jogja Art Fair atau yang biasa disebut dengan ARTJOG pada 2012 ini mengambil tema “Looking East: A Gaze upon Indonesia Contemporary Art”. Berbeda dengan tradisi pasar seni yang ada di dunia seperti Art Basel yang umumnya diikuti oleh galeri-galeri seni, sejak awal diadakan, ArtJog selalu menggandeng langsung para seniman secara individual. Seperti tahun-tahun lalu, ArtJog selalu mengundang beberapa seniman untuk membuat karya komisi (comission work). Kali ini mereka mengundang Angki Purbandono, I Made Widya Diputra yang biasa disapa Lampung, dan Joko Dwi Avianto untuk mengerjakan karya komisi yang memancing decak kagum para pengunjung ARTJOG’12.

Gajah putih berukuran besar yang tersungkur di atas tumpukan buah kelapa kering karya Lampung, beradu pesona dengan jalinan bambu karya Joko yang membingkai pintu masuk gedung pamer Taman Budaya. Sementara Taman Hantu karya Angki menempati sebuah ruang berlapis kain hitam yang membuatnya gulita. Teror –kalau bisa disebut begitu- muncul dari hantu-hantu yang ‘bergentayangan’ di belasan layar yang menggantung di ruang itu, silih berganti. Hantu yang tak nyata tentu saja. Mereka adalah tenkorak-tengkorak mini yang dihasilkan dari teknik scannography Angki. Alih-alih seram, wajah mereka kebanyakan justru lucu. Itu sebabnya, dari pada yang menjerit takut, pengunjung Taman Hantu Angki lebih banyak tersenyum sembari geleng-geleng kepala dan berdecak kagum. Selain ketiga seniman untuk karya komisi, ArtJog 2012 mempersembahkan presentasi khusus dari Wim Delvoye dan Ashley Bickerton. Dikuratori Bambang Toko, ARTJOG 2012 akan berlangsung hingga 28 Juli mendatang.

 



JOIN OUR COMMUNITY