Memasuki Dunia Cyborg Dalam Pagelaran Gucci Fall Winter 2018
Allesandro Michele menciptakan sebuah dunia penuh dengan cyborg, naga, dan sentilan pernik rumah sakit.
13 Mar 2018


1 / 13
Anda akan menemukan hal yang berbeda pada pagelaran kali ini. Dilaksanakan pada Milan Fashion Week, Gucci mempersembahkan koleksi ready to wear dikeliligi dengan landasan pacu yang dirubah layaknya ruang operasi. Interior minimalis yang disertai dengan dinding berwarna hijau, lengkap dengan tempat tidur pasien yang ditutup kain dan lampu sorot ruang operasi yang bergelantungan. Seolah berada di ruang tunggu sebuah rumah sakit.

Allesandro Michele mempersembahkan Gucci cyborg, post-human yang tak memiliki gender, bukan pria maupun wanita. Michele mendapatkan inspirasi dari buku karangan Donna Haraway, seorang filsafat feminis. Buku yang berjudul “Manifesto Cyborg: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Sosialis-feminis di abad 20” ini pertama kali di luncurkan pada tahun 1884.

Bekerja bersama Makinarium, seorang seniman pembuat visual efek yang berbasis di Roma Italia, hasilnya ialah kreasi para cyborg yang mencengkram replika kepala mereka seolah menggunakan tas tangan. Makinarium membuat replika kepala, tanduk pada model, ular merah hitam, dan replika bayi naga.

Namun pada koleksi kali ini, dapat terlihat adanya sentuhan budaya India dan Gypsi. Hadirnya tutup kepala sorban serta sematan kalung maharaja dan aksesoris kepala sampai siluet gaun sari. Sementara scarf penutup kepala yang tampak seperti hijab terlihat layaknya bagaimana orang Gypsi kuno berpakaian. Penggunaan elemen tekstur dan volume bercampur padu dengan matang. Tak luput juga koleksi dengan menggunakan faux leather yang akan menjadi tren di tahun depan. Gucci memang tidak pernah takut dalam permainan tabrak warna yang dipadukan dengan motif yang harmonis, keduanya menjadi perhatian utama dalam koleksi ini. (AU) Foto: dok. Gucci

 

Author

DEWI INDONESIA