Tiga Hari Kemeriahan Satu Dekade Java Jazz
Java Jazz Festival (JJF) 2014 kembali menghentak Jakarta di tahun ke-sepuluh-nya.

Kembali hadir tahun ini, Jakarta menjadi tempat digelarnya ajang festival musik jazz ternama di Indonesia dan tingkat dunia. Berlokasi di JIExpo Kemayoran, Java Festival Production yang kini menggandeng sponsor utama sampo Clear dengan menyuguhkan Clear Jakarta International Java Jazz Festival 2014 (JJF 2014), menampilkan sekitar 1000 musisi lokal dan 385 musisi asing yang bermain dalam 180 pertunjukkan selama 3 hari penyelenggaraan mulai 28 Februari hingga 2 Maret 2014 lalu.

Di hari pertamanya, JJF 2014 menyuguhkan penampilan sederet musisi kenamaan pada 65 slot program yang disediakan. Mulai dari musisi asing seperti USAF Band the Pacific-Pacific Clave, Sadao Watanabe, Ron King Big Band, Earth, Wind and Fire, Allen Stone, hingga Dave Koz, ada juga penampilan beberapa musisi lokal yang tak kalah berkualitas, di antaranya Afgan, Vina Panduwinata, RAN, Monita Tahalea, Indra Lesmana, dan Joy Tobing. Tentunya ditutup penampilan Special Show pada tengah malam dari Jamie Cullum. Musisi asal Inggris ini tampil total di hadapan hall yang full house, hingga bersimbah keringat karena aksi energetic-nya dalam bermain piano, bernyanyi, dan menguasai panggung hingga waktu bergulir dini hari.

Hari kedua, meski tak ada Special Show, namun area JJF tetap dipadati pengunjung, yang ingin menyaksikan aksi-aksi menarik dari sejumlah musisi legendaris. Yang menjadi highlight dari musisi lokal di antaranya penampilan Krakatau Reunion yang menyajikan reuni band legendaris tersebut dalam satu panggung, duet manis Raisa dan Tulus, kolaborasi Dira Sugandi bersama Ron King Big Band, sosok Chrisye yang kembali 'dihidupkan' bersama 'LEGENDARY CHRISYE' dekade project, dan penampilan berbeda dari idol group JKT 48, yang meski tidak menampilkan musik jazz namun meraih atensi besar dari penonton. Sementara musisi asing yang tampil di antaranya Snarky Puppy, Summer Horns featuring Dave Koz, Mindi Abair, Richard Elliot, Gerald Albright, Vincent Ingala & Gregg Karukas, Jazz Funk Soul feat J.Lorber J. Haslip C. Loeb E. Harp L. Cordew, hingga Joey DeFrancesco Trio.

Di hari ketiga, Addie MS & family tampil mencuri perhatian, di mana musisi dan konduktor pemimpin Twilite Orchestra Addie MS kali ini tampil bersama istrinya Memes dan anak-anaknya Kevin Aprilio dan Tristan Julianto bermusik di atas panggung, dan menunjukkan keharmonisan keluarga di hadapan penonton. Tak ketinggalan Dian Pramana Putra, yang membawa penonton kembali ke era 1980-an dengan sejumlah lagu hits-nya. Ada juga Sudjiwo Tedjo, Jamie Aditya, Ruth Sahanaya, ESQI:EF, hingga musisi muda seperti Adhitia Sofyan dan Teza Sumendra, termasuk penyanyi Agnes Monica alias Agnez Mo yang kali ini tampil bernuansa jazzy dengan aroma 'chill down'. JJF 2014 ditutup manis dengan penampilan bernuansa soulful dari penyanyi legendaris Natalie Cole dan India Arie.

Yang spesial tahun ini, berawal dari mengadopsi kata 'Java', Java Jazz kali ini memiliki tema Batik dan Wayang yang dimodifikasi untuk merepresentasikan jiwa generasi muda. Selain itu, terdapat juga kejutan kecil bagi pengunjung, seperti karnaval bertemakan Brazilian Style dan aksi marching band di area luar JIExpo. Festival yang digawangi oleh Peter F. Gontha dengan jargon "Bringing the World to Indonesia" ini semakin mengukuhkan dirinya menjadi salah satu festival jazz terbesar dunia yang diproduksi konsisten dan membuat mata publik dunia tertuju pada Indonesia. (DI) Foto: DI

 



JOIN OUR COMMUNITY