Citarasa Indonesia yang Kontemporer di Hujan Locale
Resep tradisional nusantara yang diolah dengan standar internasional.

Hujan Bar
1 / 8
Memasuki area restoran yang terletak di Ubud, Bali ini, Anda akan dibawa kembali ke Batavia (atau Jakarta) di tahun 1930-an, di mana ibukota ini memiliki atmosfer yang sangat metropolis sebagai sebuah melting pot, dengan ranah musik Jazz yang kuat serta beautiful people yang selalu bergaya mewah. Hujan Locale, satu dari sekian banyak restoran besutan chef Will Meyrick, sudah populer sejak pembukaannya pada tahun 2014 berkat menunya yang mengangkat hidangan tradisional khas Indonesia dengan gaya kontemporer dan kualitas internasional, namun tetap dengan menggunakan bahan-bahan lokal.
 
            Baru-baru ini, Hujan Locale melakukan sedikit facelift. Restoran yang menempati dua lantai ini kini memiliki napas “Exotic East Indies” yang kental. Lantai bawahnya bertransformasi menjadi bar yang buka sejak siang, yakni Hujan Bar, yang menyajikan ragam signature drinks Hujan Locale yang bercita rasa inovatif serta kreatif memadukan bahan-bahan lokal ke dalamnya. Lantai dua yang merupakan dining area bisa menampung 30 tamu, dan hanya buka di jam makan malam saja di hari Senin hingga Jumat. Sementara di akhir pekan, tersedia servis weekend brunch. Pastikan Anda membuat reservasi sebelum datang ke sini.
 
            Saat Dewi bertandang di suatu Sabtu sore, matahari baru saja masuk kembali ke peraduannya. Area Hujan Bar yang tadinya terlihat hangat dan elegan seperti café bar di Paris, seolah berubah wajah menjadi lebih intim lewat penerangan temaram dari lampu-lampu kuning, yang berpadu dengan nuansa chilled jazz dan supper club.
 
            Untuk memulai makan malam, Dewi memesan dua signature cocktails yang diracik langsung di depan kami, yaitu Gin Passion Mule dan Passionfruit Pomelo Daiquiri. Keduanya merupakan variasi dari classic cocktail yang dicampur dengan buah markisa, menjadikan cita rasanya lebih segar dan vibrant, sangat tepat untuk menggelitik indera perasa sebelum beranjak ke makan malam yang lebih berat.
 
            Untuk membuka makan malam, tersaji Sundanese Steamed and Fried Fish Dumplings with Chili Peanut Sauce and Sambal Kecap, yaitu siomay dam batagor Bandung ala Hujan Locale. Setelah itu, sepotong besar Crispy Chicken Skin with Organic Lalapan, Ulutuk Leunca Sambal, and Sambal Hijau yang renyah dan gurih pun tersaji di depan kami.
 
            Sebagai hidangan utama, Dewi mencicip “Steamed Ikan Bumbu Kuning” with Green and Red Tomatoes, Sour Starfruit, Lemon Basil Chili, Charred Sweet Corn, and Sambal Dabu Dabu, yaitu potongan fillet ikan yang dimasak dengan bumbu kuning khas Banjarmasin, namun alih-alih dimasak dalam daun pisang, Will menyajikannya dalam bamboo sehingga menghasilkan aroma yang berbeda dan penyajian yang sangat kreatif. Sambal dabu dabu yang dikombinasikan dengan jagung bakar manis menambah citarasa dan tekstur, membuat siapa pun semakin lahap.
 
           Hidangan utama andalan lainnya adalah 48 Hr Rawon Short Rib Beef with Wood Roasted Bone Marrow, Baby Carrots, Kecai Sprouts, Served in Black Nut Sauce. Bumbu rawon yang dimasak bersama potongan daging selama dua hari begiru meresap ke dalam setiap serat daging yang lembut. Konon Will mendapatkan resep ini dari seorang Ibu di Jawa Timur, di mana ia harus merayu dan merengek sekuat tenaga untuk meminta resepnya. Beruntung Will berhasil mendapatkannya, karena kini Anda bisa ikut menikmati rawon ini.

           Untuk menemani makan malam, Dewi memesan dua macam cocktail, dan kali ini pilihan jatuh pada yang memiliki campuran buah pala, yaitu Pala Gin Mojito dan Pala Old Fashioned. Campuran sirup pala yang asam dengan sedikit citarasa pedas meninggalkan jejak rasa yang sangat unik dan segar, dan tidak overpowering sehingga tidak merusak alur rasa.
 
           Tiba di akhir makan malam, sepiring martabak mendarat di meja Dewi. Bukan martabak biasa yang memiliki adonan tebal dan berminyak, namun bentuknya lebih mirip dengan roti tissue khas India, Adonan tipis yang digoreng  hingga garing ini disajikan dengan saus white chocolate and salted caramel. Gurih, renyah, dan manis berpadu jadi satu, melengkapi momen bersantap di Hujan Locale. (MU) Foto: Dok. Hujan Locale
 

 



JOIN OUR COMMUNITY