Ayo Makan, Petualangan Makanan Kaki Lima dari Marriot International
Apa jadinya jika para koki Marriott International mempersiapkan jajanan khas kaki lima? Ini ceritanya.
4 Dec 2019



Hampir semua orang Indonesia suka jajan. Para penjual makanan membawa jualan mereka di sebuah gerobak. Ada yang berupa gerobak dorong, ada pula yang dipikul. Jajanan ini ragamnya bisa dikatakan tak terhingga (tentunya dalam ranah makanan saja). Camilan seperti es puter, makanan semi-berat seperti bakso, siomay, dan ketoprak, dan tentunya nasi dan mi goreng.
 
Pedagang ini biasa disebut dengan pedagang kaki lima (PKL). Ada yang mengatakan kata kaki lima tersebut berasal dari jumlah ‘kaki’ yaitu sepasang kaki sang penjual, dua kaki berupa roda di gerobak dan satu kaki yaitu tiang penyangga gerobak agar dapat berdiri. Ada pula yang bercerita bahwa istilah tersebut berasal dari zaman penjajahan Belanda. Dulu, Belanda membangun trotoar selebar 150 centimeter atau lima kaki. Angka tersebut kemudian digunakan untuk mengidentifikasi para pedagang yang berjualan di atas trotoar selebar lima kaki tersebut menjadi, pedagang kaki lima.
 
Harga makanan di kaki lima tentu lebih murah ketimbang makanan yang dijual di sebuah restoran. Tapi bukan berarti yang menyukai makanan ini terbatas pada orang-orang yang uangnya pas-pasan. Coba tengok gerobak-gerobak kaki lima yang sudah sangat tersohor, mobil-mobil mewah rela antri demi mencicipi hidangannya.  
 


Tapi ada kekhawatiran yang selalu muncul ketika bicara soal hidangan kaki lima antara lain kebersihan dan kesegaran bahan baku makanan. Hal ini dijawab oleh Marriott International dengan menggelar Ayo Makan by Marriott Bonvoy Street Food Festival. Acara yang berlangsung selama dua bulan mulai dari 15 November 2019 hingga 15 Januari 2020 ini menghadirkan cita rasa yang menggiurkan dari jajanan kaki lima Indonesia. Jajanan ini tersedia di 40 hotel dan resor Marriott International di seluruh Indonesia.
 
Acara ini dibuka secara resmi di Aloft Jakarta Wahid Hasyim pada 27 November 2019 oleh Ricarda Schneider, Area Director of Operations in Indonesia, Mariott International. “Indonesia memiliki jajanan khas kaki lima yang lezat dan kami ingin memberikan apresiasi atas hal itu. Begitu banyak kopi berbakat yang ikut serta untuk menciptakan pengalaman kuliner yang luar biasa. Mereka akan menunjukkan keahliannya dalam berkreasi dan menghias ulang jajanan khas kaki lima di festival ini,” ujar Schneider.
 
Beberapa jajanan yang tersedia pada acara pembukaan tersebut yaitu Pisang Bakar Colenak dari Aloft Jakarta Wahid Hasyim, Ketoprak Jakarta dari JW Marriott Hotel Jakarta, Seblak dari The Westin Jakarta, dan Mie Ayam Jack dari The Hermitage. Para tamu dapat menikmati satu makanan gratis untuk setiap pembelian makanan dan berlaku di seluruh hotel dan resor yang berpartisipasi.
 
Untuk lebih memeriahkan festival, Ayo Makan by Marriott Bonvoy Street Food Festival juga berkolaborasi dengan Treasury Wine Estates. Kerja sama ini menjadi peluang besar bagi para konsumen untuk dapat mencoba kombinasi unik dan eksprimental antara jajanan kaki lima dan wine dari Wolf Blass. Selamat bersantap! (NTF) Foto: NTF

 

 

Author

DEWI INDONESIA