Imajinasi yang Hidup di Atas Panggung: Teater Musikal Perahu Kertas
Samudra Awan: Dari Pengakuan Indikasi Geografis hingga Inovasi Kain Lyocell

Samudra Awan: Dari Pengakuan Indikasi Geografis hingga Inovasi Kain Lyocell

Dari pengakuan Indikasi Geografis hingga kanvas lyocell yang lembut, batik Megamendung terus bertumbuh tanpa kehilangan jati dirinya.

Batik Tulis Waleran Megamendung Cirebon kini memperoleh pengakuan sebagai Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham. Sebuah penegasan bahwa warisan ini bukan sekadar motif indah, melainkan identitas budaya yang berakar pada tempat, pengetahuan, dan sejarah kolektif.

Indikasi Geografis sendiri adalah sistem perlindungan hukum yang diberikan pada produk yang kualitas, reputasi, dan karakteristiknya dipengaruhi oleh asal geografis tertentu. Dalam konteks batik, IG menjadi penanda bahwa keunikan tersebut tak bisa dipisahkan dari tanah, iklim, tradisi, serta tangan-tangan yang merawatnya lintas generasi.

Megamendung: Lebih dari Motif, Sebuah Sistem Pengetahuan

Bagi Yayasan Batik Indonesia (YBI), pengakuan ini adalah pengingat akan kedalaman batik sebagai praktik budaya. Ketua YBI, Gita Pratama Kartasasmita, menegaskan bahwa batik tulis Merawit dan Waleran Megamendung bukan sekadar teknik menghias kain.

Advertisement

“Ia adalah sistem pengetahuan yang di dalamnya ada disiplin, kesabaran, ketelitian, dan nilai-nilai kerja yang diwariskan lintas generasi,” ujarnya di acara “Samudra Awan” persembahan Asia Pacific Rayon (APR). Sebuah eksplorasi dan pengenalan material inovatif yang memperkaya ragam kreativitas dan kenyamanan baru bagi wastra Nusantara

Indikasi Geografis sebagai Penjaga Martabat

Tak semua teknik batik dapat direproduksi dengan mudah, dan tak semua pengetahuan bisa dipercepat atau disederhanakan. Dalam setiap lengkung awan Megamendung, tersimpan ritme kerja yang pelan, konsentrasi yang penuh, dan dialog panjang antara pembatik dan kain.

Di sinilah makna Indikasi Geografis menjadi lebih dari sekadar sertifikat. Ia hadir sebagai pengakuan atas pengetahuan kolektif para perajin; memberi perlindungan, identitas, dan martabat. Pengakuan ini menegaskan bahwa apa yang mereka rawat selama ini bukanlah keterampilan pinggiran, melainkan kekayaan budaya yang layak dijaga bersama.

Namun, seperti yang diingatkan YBI, pengakuan bukanlah akhir. Kelestarian membutuhkan pengembangan; cara baru untuk membuat warisan tetap relevan tanpa kehilangan ruhnya.

Kain Baru, Nafas Baru: Lyocell sebagai Kanvas Megamendung

Dalam semangat itu, inovasi material pun ikut membuka kemungkinan baru. Lyocell, serat tekstil berbasis selulosa yang dikenal ramah lingkungan, mulai dilirik sebagai kanvas baru bagi batik tulis Megamendung. Karakter Lyocell yang halus, sejuk, menyerap warna dengan baik, serta memiliki permukaan yang stabil, membuatnya mendukung proses batik tulis yang menuntut ketelitian tinggi.

Kain ini memungkinkan malam dan pewarna meresap dengan lembut, menjaga ketajaman garis sekaligus menghadirkan kenyamanan saat dikenakan. Sebuah contoh bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan berdampingan, bukan saling meniadakan, melainkan saling menguatkan.

Merawat yang Hidup, Menumbuhkan yang Bermakna

YBI, melalui pendekatan ke generasi muda dan pendampingan perajin dari hulu ke hilir, terus mengawal proses ini. Seperti disampaikan Gita, komitmen mereka adalah memastikan batik Indonesia tak hanya lestari sebagai warisan, tetapi juga tumbuh sebagai kekuatan budaya yang hidup, relevan, dan bermanfaat.

“Pengakuan ini memberi perlindungan, memberi identitas, dan yang tidak kalah penting, memberi martabat,” ujarnya, seraya menyampaikan terima kasih kepada para mitra dan pemangku kepentingan yang terlibat.

Di antara awan-awan Megamendung yang mengalun di atas kain, kita diingatkan bahwa keindahan sejati lahir dari kesabaran, kolaborasi, dan keberanian merawat masa lalu sambil membuka ruang bagi masa depan. Sebuah pelajaran yang terasa dekat dalam kehidupan kita hari ini.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Imajinasi yang Hidup di Atas Panggung: Teater Musikal Perahu Kertas

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.