Pelukis Hanafi Rindu Telur Asin
Ia melukis diilhami kasih ibu.


Telur asin membuat pelukis Hanafi terkenang kasih ibunya. Ibu selalu memberinya telur asin sebagai bekal berdarmawisata dengan teman-teman sekolah. Sampai sekarang, ia gemar telur asin.

Suatu hari, ia berkolaborasi dengan novelis Nukila Amal.  Nukila menulis cerita Mirah Mini, Hidupmu Keajaibanmu, sedangkan Hanafi menginterpretasikannya dalam lukisan. Alhasil, sosok Mirah Mini sang bocah perempuan cerdas dan lucu adalah sebutir telur asin berambut coklat-jingga di kanvas.

Nukila tercengang. Semula ia asing dengan cara tafsir Hanafi yang di luar dugaan, tapi lama-kelamaan paham dan kagum. Telur asin dan Hanafi tak terpisahkan.

Rangkaian lukisan tadi dicetak jadi buku cerita anak. Hanafi dan Nukila sepakat membagikannya ke  Indonesia bagian timur, wilayah yang mereka anggap tak terjangkau penyaluran buku-buku bermutu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ikut mendanai pencetakan seribu buku. (LC) Foto: Dok. Dewi

 

Author

DEWI INDONESIA