Kolaborasi Dewi, Heritage Amanah dan EY Indonesia dalam Menginspirasi Perempuan Muslim Indonesia
Dalam acara kolaboratif Dewi Power Luncheon, Dr. Ismail Serageldin mengungkapkan kekuatan perempuan muslim terlepas dari gendernya.

1 / 4
Heritage Amanah dan EY Indonesia telah mengambil langkah besar dan tepat dengan mendatangkan Dr. Ismail Serageldin dalam acara Dewi Power Luncheon beberapa waktu lalu.
 
Komitmen EY Indonesia untuk menciptakan dunia kerja yang lebih baik dengan asas kepercayaan dan keyakinan dalam bisnis, pertumbuhan yang berkelanjutan, pengembangan bakat, serta kolaborasi yang solid. EY Indonesia juga percaya bahwa perempuan mampu berkontribusi serta turut membangun ekonomi sebuah negara. Hal ini terlihat dalam komitmen EY Indonesia dalam mendukung pebisnis perempuan Indonesia melalui program EY Entrepreneurial Winning Women - platform yang memperkuat para pengusaha perempuan dan melebarkan kancah mereka dalam kewirausahaan.
 
Sedangkan Heritage Amanah dikenal sebagai pionir premium lifestyle & financial advisor di Indonesia. Heritage Amanah berpegang teguh pada hubungan kepercayaan konsumennya dan tidak ingin hanya menyediakan produk atau jenis investasi melainkan juga konseling serta pengetahuan dari para ahli, seperti Dr. Ismail Serageldin.
 
Dalam presentasinya di acara Dewi Power Luncheon, Ia memuji perempuan di era ini yang telah sanggup melampaui segala hambatan dalam masyakat. Benazir Butto, mantan Perdana Menteri Pakistan, Atifete Jahjaga mantan Presiden Kosovo, dan Megawati Soekarno Putri menjadi contoh perempuan yang dapat memimpin sebuah negara. Bertentangan dengan stereotipnya, tidak kurang dari lima perempuan muslim terpilih untuk duduk posisi teratas negara-negara mayoritas muslim seperti Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan Turki.
 
Dr. Ismail Serageldin mengajak perempuan menilik perempuan-perempuan muslim di masa lalu. Di dunia patriakal, di mana tirani diatur berdasarkan garis keturunan, seorang perempuan terkenal dari era Mesir kuno mencuat kepermukaan, ia bernama Cleopatra. Di abad pertengahan, kita mengenal nama Sultana Raziya yang memimpin Delhi dan Shajar al Durrdari dari Mesir, perempuan pertama dan kedua yang menjadi pemimpin dalam sejarah Islam.  (WHY) Foto Dok. Orie Buchori
 
 

 



JOIN OUR COMMUNITY