Mal Ciputra Jakarta Kembali Gelar Festival Kuliner “Kampoeng Legenda”
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia, Mall Ciputra Jakarta kembali menggelar Festival Kuliner “Kampoeng Legenda” dari 8-19 Agustus 2019 di Center Court Lantai Lower Ground.





Surga kuliner legendaris Nusantara kembali hadir di Kampoeng Legenda Mal Ciputra Jakarta. Indonesia merupakan surga kuliner tradisional yang masing-masing daerah tidak saja memiliki  makanan khasnya, namun juga cerita menarik  di balik lezatnya sajian.

Kampeong Legenda kali ini mengetengahkan cita rasa autentik dari 34 provinsi di Indonesia yang dihadirkan langsung dari daerah asalnya yang tergabung dalam 80 stand kuliner legendaries di Mal Ciputra Jakarta.

Melalui Kampoeng Legenda, Mal Ciputra Jakarta bekerjasama dengan JIISSCOM secara konsisten turut mengupayakan pelestarian budaya bangsa melalui kepedulian terhadap pelestarian kuliner legendaris Indonesia agar tidak punah bahkan semakin dikenal oleh seluruh masyarakat terutama generasi muda sebagai penerus bangsa. 

Seperti diungkapkan Ferry Irianto General Manager Mal Ciputra Jakarta, bahwa menghadirkan kuliner legendaris langsung dari daerah asalnya bukanlah sesuatu yang mudah, perlu upaya yang ekstra untuk meyakinkan para pelaku bisnis kuliner yang sudah tidak diragukan kwalitas kelezatan makanannya secara turun temurun diwariskan ke generasi berikutnya.

“Hanya dengan satu tujuan yang sama, yaitu untuk melestarikan budaya kuliner legendaris nusantara yang bisa mempersatukan mereka dalam event   Kampoeng Legenda. Selama event berlangsung para pengunjung tidak perlu lagi repot-repot pergi ke daerah asalnya untuk mendapatkan kuliner legendaris, cukup datang ke Mal Ciputra Jakarta semua sudah tersedia”, ujanya.

Dengan menampilkan konsep dekorasi minimalis yang memudahkan dan memberi kenyamanan bagi pengunjung menikmati makanannya, Mal Ciputra juga mengajak partisipasi seluruh peserta event dan pengunjung untuk menjaga kebersihan.
 
“Yang menarik di tahun ke-6 kehadiran Kampoeng Legenda ini, kami mengkampanyekan ‘Buang Sampah Sendiri’ kepada para pengunjung agar membiasakan melakukan kebaikan dari hal sekecil apapun, dengan membuang sampah bekas makan dan sisa makanan ke tempat sampah terdekat yang sudah disediakan, diharapkan dengan ini para pengunjung dapat mendukung untuk meringankan tenaga petugas kebersihan dan tentunya untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan bersama”, Febryanto Rachmat CEO JIISCOMM, menambahkan.
 

 
Ciri khas dan cerita unik yang melatarbelakangi kelahiran kuliner menjadi sorotan utama pada event ini. 80 stand kuliner legendaris yang dapat dicicipi pengunjung di Kampoeng Legenda Mal Ciputra Jakarta, diantaranya dari Payakumbuh (Sumatera Barat): Sate Padang Betbur Danguang Danguang (1989), Es Durian Iko Gantinyo ; Surabaya: Nasi Krawu Buk Tiban Khas Gresik (1970), Depot Nasi Campur Pojok Tambak Bayan (1971), Sambal Bu Rudi (2000) ; Solo: Tengkleng Rica Rica Kambing Pak Manto (1990) Nasi Liwet Bu Wongso Lemu Asli (1950).
 
Lalu dari Madura: Bebek Sinjay Asli Bangkalan Madura (2000) ; Semarang: Asem-Asem Koh Liem (1978), Toko OEN Semarang (1930), Pisang Plenet Mbah Toerdi Jalan Pemuda (1952), Warung Makan Mangut Manyung Bu Fat (1969), Bangka: Otak-otak Ase, Jogjakarta : Gudeg Yu Djum (1951), Bale Raos (2003) ; Bali: Sate Babi Bawah Pohon (1997), Babi Guling Karya Rebo (1991) ; Cirebon: Nasi Jamblang Mang Dul (tahun 1970) ; Bandung: Kupat Tahu Gempol (1965) ; dan Jakarta sebagai tuan rumah kami hadirkan: Kwe Cab Abong (1983), Soto & Sop Kaki Sapi H. Agus Barito (1987), Pempek Megaria (1989), Rujak Shanghai Encim (1950), Pisang Goreng Madu Bu Nani (2007) Ketan Susu Kemayoran (1958), Kopi Es Tak Kie (1927), serta masih banyak lagi kuliner legendaris lainnya yang dapat ditemukan di Kampoeng Legenda.
 
 
 
 
 
 

 

Author

DEWI INDONESIA