Resto 1945 Siap Menyambut Anda Bersantap
Selain menerapkan protokol kesehatan ketat saat memasuki PSBB DKI Jakarta tahap dua, 1945 juga mengembangkan menu baru nusantara untuk menggoda indera Anda.
15 Sep 2020



Setelah tutup selama beberapa bulan terkait pandemi COVID-19, restoron 1945 yang berlokasi di lantai 3 Hotel Fairmont Jakarta kembalt dibuka. Di masa PSBB DKI Jakarta tahap dua ini, resto ini  dengan ketat menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Felicia Setiawan, Director Marketing Communications Fairmont Jakarta menyatakan para chef yang dipimpin oleh Executive Chef Hamish Lindsay juga telah melakukan pengembangan menu nusantara dengan berbagai teknik memasak inovatif guna menghadirkan kekayaan ragam cita rasa khas Indonesia dengan nuansa bintang lima yang elegan.

Setiap menu disiapkan dan disajikan dengan tata cara kontemporer namun tetap mempertahankan esensi dari cita rasa asli masakan Indonesia. Sebagai hidangan pembuka,  kami  mencicipi tiga hidangan. Yang pertama Pecel Kembang yang terdiri dari 7 macam bunga edible dan sayur rebus. Seluruhnya dibaluri dengan saus pecel yang terbuat dari mete seria dilengkapi dengan rempeyek. Jika Anda ingin yang lebih ‘berat’ sebagai pembuka, ada pilihan aneka sate, mulai dari sate beef short ribs yang dimasak dengan teknik sous-vide selama 72 jam, sate ayam dan sate kambing. Aneka sate disajikan di atas arang kayu. Bumbu-bumbu pelengkap seperti bawang goreng, saus kacang, dan sambal cabai kering disajikan secara cantik di wadah-wadah keramik kecil. Yang terakhir adalah hidangan sup khas 1945 yaitu Rawon Sum Sum yang terdiri dari kaldu kemiri, dengan tulang sumsum panggang, tomat, seledri, dan taoge.

 


Untuk hidangan utama, Dewi berkesempatan mencoba dua masakan yaitu Tomahawk Maranggi yang terinspirasi dari makanan Sate Maranggi – sate daging khas Purwakarta yang dimasak dengan bumbu maranggi yang aromatik dan disajikan dengan ketan uli goreng daun jeruk dan pelengkap seperti tumis jantung pisang dan sambal oncom. Ketan yang disajikan di 1945 hadir dalam bentuk segitiga dan tekstur yang halus. Penyuka ketan, siap-siap terpukau karenanya. Dan jika Anda tidak menyukainya, mungkin Anda pun tidak radar sedang mengonsumsi ketan karena teksturnya sangat berbeda dengan ketan yang biasa kita temui.  Hidangan kedua adalah Ikan Goreng Pecah Kulit. Ikan pecah kulit adalah spesies yang sering ditemukan di selatan pulau Jawa di Samudera Hindia yang tinggal dan bersembunyi di antara terumbu karang, sehingga cukup sulit dicari. Ikan ini memiliki cita rasa yang manis ketika digoreng dan kulitnya pun juga terkenal enak.

 


Sebagai penutup, 1945 menghadirkan hidangan penutup andalannya, Tape Tarte Tatin -sajian tape yang diolah dengan teknik memasak Prancis. Tape terbaik konon berasal dari Sukabumi, dimana ukurannya besar dan menghasilkan rasa yang lebih kuat dan beraroma buah. Sumber tape yang bekerja sama dengan 1945 sudah menghasilkan tape Sukabumi selama lebih dari 6 generasi. Hidangan tape ini disajikan dalam bentuk crispy puff pastry, tape dikaramelisasi dan disiram bumbu karamel, serta disajikan dengan es krim rasa kelapa. 

Ada satu lagi hidangan penutup andalan, yang membawa citarasa khas Indonesia ke level internasional, Durian Panacotta. Kendati sering disebut sebagai rajanya buah, tidak semua orang menyukai durian karena rasa dan aromanya yang sangat kuat. Executive Chef Hamish memiliki kiat-kiatnya tersendiri. Untuk hidangan ini, 1945 menggunakan durian dari Medan karena dianggap lebih manis dan daging buah yang lebih lembut. Durian kemudian disajikan dalam bentuk panacotaa, dengan sorbet nanas, dan durian foam. Nanas memiliki peran penting dalam hidangan ini karena menyeimbangkan rasa manis yang intens dari durian dengan rasa asam dari nanas. 

Sesuai dengan namanya yang merujuk kepada tahun kemerdekaan Indonesia, 1945 adalah restoran bintang lima yang berspesialisasi di hidangan Indonesia yang mewah dan elegan. Mengambil inspirasi dari semangat kebersamaan dan saling berbagai khas orang Indonesia saat makan bersama, menu-menu baru yang dihadirkan menawarkan konsep makan tengah untuk dinikmati bersama dengan keluarga, teman dan rekan bisnis. (NTF) Foto: Dok. Fairmont Jakarta, NTF

 

Author

DEWI INDONESIA