Ekspedisi Locavore di Jakarta
Locavore NOW mengajak Anda menjelajahi keanekaragaman kuliner lewat bunga, daun, serta beberapa serangga.
18 Dec 2020


Interior hutan di The Dining Room.

The Dining Room, Raffles Jakarta disulap menjadi ‘hutan.’ sebuah oasis hijau dengan tanaman tropis dan tempat makan khusus bertema “habitat mikro” persembahan dari Locavore. Kami akan memulai ekspedisi kuliner. Setiap tamu dibekali sebuah jurnal untuk mengingat perjalanan mereka. Ini sangat penting karena ekspedisi ini lain daripada yang lain. Mulai 4 Desember 2020 hingga 17 Januari 2021, tim Locavore akan memandu Anda dalam ekspedisi ini.
 
Terletak di Ubud, jantung komunitas seni dan budaya Bali, Locavore adalah restoran kecil dan sederhana yang hanya menampung 36 orang untuk makan siang dan makan malam. Mereka menyajikan masakan modern dan kreatif melalui menu yang sering berubah untuk mengakomodasi konsep yang hanya menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari Indonesia.

 
Jurnal untuk mencatat pengalaman Anda.
 
Perjalanan kali ini terdiri dari 17 hidangan yang dimulai dengan Monkey Business. Seperti namanya, hidangan yang dikreasikan oleh duo chef dan pemilik Locavore Eelke Plasmeijer dan Ray Ardiansyah ini meminjam cara monyet mengonsumsi makanan. Sepotong kayu disediakan untuk kemudian dicelupkan ke cairan madu. Lalu dimasukkan ke wadah yang berisi kacang-kacangan dan semut. Ya, benar, semut. Sejujurnya saya tidak begitu merasakan secara spesifik rasa semut seperti apa karena telah bercampur dengan tekstur yang lain.
 
Setelah makanan pembuka ini, kami pun memasuki ‘hutan’ di The Dining Room. Frangipani Fritter yang dilengkapi emulsi dan cuka gemitir serta daun sirih dengan semangka dikeringkan di atasnya menyambut kami. Hidangan demi hidangan menyambut kami disertai koktail pendampingnya. Ikan, bebek, daging sapi, hingga jeroan digarap dengan keahlian tinggi.

 
Grilled octopus with kluwak mole.
 
Hidangan yang begitu mengesankan untuk saya pribadi adalah Beef heart pastrami, sauce gribiche, koji fried beef brain, dan pickled green peppercorns. Saya pernah mencicipi otak sebelumnya dalam bentuk gulai. Anda tentunya pernah melihat, jika belum pernah mencicipi, di restoran Padang. Ini bukan sesuatu yang aneh untuk orang Indonesia. Otak kali ini digoreng sehingga sedikit renyah di bagian luar namun sangat lembut di bagian dalam.

 
Bali chocolate dan young white corn, mud crab, marigold flowers.
 

Ekspedisi ditutup dengan dua makanan pencuci mulut yaitu Bali chocolate gelato, cocoa butter cake, cocoa nougatine, warm chocolate mousse dan cocoa butter madeleines, coconut crème anglaise.
 
Secara umum, seluruh pengalaman ini adalah kesempatan untuk mencicipi sesuatu yang baru. Dari semut hingga jangkrik yang diolah sehingga menjadi bubuk, keseluruhannya menciptakan momen unik dalam kisah ekspedisi Locavore NOW. (NTF) Foto: Dok. Locavore

 

 

Author

DEWI INDONESIA