Gaung Sustainable Fashion Dalam Daur Kehidupan
Sustainable fashion menjadi konsep dari setiap desainer pada ajang Modest Fashion ISEF 2020.
21 Nov 2020


Gaung Sustainable Fashion dalam daur kehidupan
Rancangan Deden Siswanto pada perhelatan hari pertama Modest Fashion ISEF 2020.

Tema Sustainable Fashion menjadi konsep yang digaungkan beberapa waktu ke belakang ini. Kesadaran akan lingkungan, umur bumi yang semakin terkikis akibat penggunaan banyak produk yang pada ujungnya akan menjadi timbunan sampah sehingg merusak ekosistem sekitarnya semakin disadari.

Tak hanya kesadaran akan menjaga lingkungan yang membuat gaung konsep fashion berkelanjutan ini marak digunakan. Namun gaya hidup ini berkaitan erat dengan gaya hidup berkelanjutan, dalam ranah mode, hal ini terkait erat antara produsen dan konsumennya.

Konsep sustainable fashion sebenarnya cukup luas, dimana dengan bertanggung jawab mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi pada seluruh siklus industri mode. Lingkupnya meliputi sumber bahan baku, proses produksi, etika kerja, kesejahteraan tenaga kerja, serta pengelolaan limbah lingkungan.

Banyak brand fashion yang mulai menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan. Dalam artian, prosesnya tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satunya penggunaan pewarna alam pada proses pewarnaan kain, proses batik, dan pembuatan kain tenun.

Dalam proses produksi ini kematangan konsep yang dapat meminimalkan limbah atau sisa kain pun turut diperhatikan. Mulai dari membuat pola yang tidak membuang banyak bahan, hingga memanfaatkan sisa bahan kembali.

Penggunaan bahan baku lokal, atau hasil dari pengrajin kecil atau UKM pun dinilai mendukung konsep mode berkelanjutan ini. Di mana hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan bagi setiap pengrajin, sekalugs sebagai cara untuk melestarikan wastra Indonesia akibat banyaknya permintaan pasar.

Pemilihan bahan, mulai dari katun 100%, linen, hingga bahan-bahan olahan baru yang mudah terurai pada ujung umur hidupnya, turut menjadi opsi dalam mendukung konsep sustainable fashion ini. Berdasarkan penelitian, banyaknya limbah yang ada di pesisir hingga hulu sungai berupa limbah kain.

Sarung, merupakan salah satu jenis limbah yang banyak sekali terlihat. Material sarung memang beragam, mulai dari poliester hingga sutra yang indah. Namun tak disangka jika sarung terlihat banyak di tumpukan limbah yang hanyut terseret air sungai ke hulu.

Kesadaran akan tumpukan limbah dan sampah ini banyak menggerakkan berbagai lembaga hingga gerakan yang berusaha untuk menuntaskan atau mendaur ulang kembali limbah ini, agar ekosistem di sekitarnya menjadi kembali baik.

Dan sebagai konsumen, banyak pula yang tergerak untuk mendukung sustainable fashion. Mulai dari cermat berbelanja, yaitu mulai membeli yang benar-benar dibutuhkan sehingga tidak terjadi timbunan pakaian yang menumpuk di lemari, hingga memilih material pakaian yang ramah lingkungan.

Munculnya kegiatan tukar baju menjadi ajang di mana seseorang bisa mendapatkan pakaian baru. Juga maraknya penjual baju seken ternyata termasuk dalam kegiatan yang mendukung konsep sustainable fashion ini.

Apakah para perancang Indonesia turut bergerak? Ya, tentu saja. Tidak sedikit perancang yang menyadari akan konsep sustainable fashion dan merealisasikannya ke dalam setiap rancangan koleksinya. Yang sangat terlihat adalah pemanfaatan kain tradisional yang dibuat menggunakan bahan ramah lingkungan dan pewarna alam.
Gaung Sustainable Fashion dalam daur kehidupan
Koleksi Irna Mutiara  dalam perhelatan Modest Fashion ISEF 2020.


Beberapa waktu lalu, tepatnya di bulan Oktober 2020, tema Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle diangkat dalam perhelatan Modest Fashion ISEF 2020. Ajang ini diselenggarakan untuk memperkenalkan dan menggaungkan produk mode muslim Indonesia ke skala global.

Perhelatan ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Indonesia Fashion Chamber (IFC), dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) sebagai rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Ajang yang digelar secara Virtual Fashion Show ini menampilkan karya 164 desainer dan brand muslim Indonesia.

Para perancang yang menampilkan karyanya menyajikan pilihan dan gaya busana muslim terkini, sekaligus menggaungkan konsep sustainable fashion dalam versinya masing-masing. Ajang yang dikemas sesuai selera internasional ini mengacu pada Trend Forecasting 2021/2022 bertema The New Beginning, tentang perubahan pola hidup menghadapi era baru menjadi daya tarik untuk berkompetisi di pasar global.   
(EM) Foto: dok. ISEF.
.
 
 

 

 


Topic

Sustainable fashion menjadi tema utama Modest Fashion ISEF 2020.

Author

DEWI INDONESIA