Sejauh Mata Memandang Ajak Anak-anak untuk Menjaga Laut
Usai memperagakan koleksi bertajuk Daur di JFW 2020, Sejauh menggelar instalasi terbarunya di Senayan City yang berfokus pada anak.


 
Andien dan Kawa dalam pembukaan pameran Sejauh Mata Memandang, Laut Kita, Masa Depan Kita.


Setelah menggelar fashion show bertajuk “Daur” pada Jakarta Fashion Week 2020 lalu, kini Sejauh Mata Memandang melanjutkan kampanye untuk menjaga laut Indonesia dari sampah plastik dengan menggelar pameran bertajuk “Laut Kita Masa Depan Kita”. Berbeda dari pameran sebelumnya, pameran kali ini dirancang untuk anak-anak dengan tujuan menanamkan peduli lingkungan sejak dini. Menurut Chitra Subyakto selaku founder& creative director Sejauh Mata Memandang, anak-anak Indonesia merupakan agen perubahan masa depan untuk Indonesia yang lebih baik.
 
Pintu masuk pameran “Laut Kita Masa Depan Kita” terdiri dari dua pintu, satu untuk orang dewasa dan satu untuk anak. Pameran “Laut Kita Masa Depan Kita” menggandeng Felix Tjahyadi sebagai konseptor pameran. Terdapat empat konsep ruang edukasi dalam pameran ini. Pertama yaitu, Ruang Rumah Nelayan. Rumah Nelayan ini dibuat dengan penggunaan ulang material, yang digunakan pada pameran Karya Kita TACO di Senayan City pada Agustus lalu.

 
Para kolaborator dalam instalasi Sejauh Mata Memandang. Dari kiri ke kanan: Felix Tjahyadi dari Mata Studio, Fenny Rosalina dari Senayan City, Chitra Subyakto selaku founder dari Sejauh, Andien Aisyah, Tulus, serta Swietenia Puspa Lestari dari Divers Clean Action.


Rumah Nelayan ini menjadi area penjualan merchandise Sejauh Mata Memandang ataupun koleksi “Daur” MusimRintik 2019/2020. Sedangkan ruang kedua adalah Ruang Cerita Tentang Plastik. Pada ruangan ini, pengunjung disajikan animasi mengenai bahaya dan dampak plastik sekali pakai. Dinding ruangan ini dibuat dari plastik bekas yang dikumpulkan pada acara Rampok Plastik bersama Gerakan Diet KantongPlastik (GIDKP), Dian Sastrowardoyo dan Pertemanan Sehat, yang kemudian dijahit secara acak seperti patchwork.

Ruang ketiga dinamai RuangKreasi. Di dalam ruangan ini pengunjung dapat melihat instalasi ikan paus besar yang dibungkus dengan kantong plastik bekas. Pengunjung anak-anak yang datang dapat berkreasi dan menuangkan ceritanya pada buku-buku yang tersedia di dalam ikan paus. Pengunjung juga ditemani dengan senandung yang dibawakan oleh Tulus. Selain instalasi ikan paus,anak-anak juga dapat menikmati permainan blue blocks yang dipersembahkan oleh Miniapolis dan bisa mencoba pengalaman virtual reality yang dipersembahkan oleh tim Divers Clean Action dengan narasi yang dibawakan oleh Dian Sastrowardoyo. Dalam ruangan ini juga terdapat tirai yang digunakan kembali dari pameran sebelumnya dan botol plastik bekas juga sisa bahan produksi Sejauh Mata Memandang. Tirai ini dikerjakan oleh ibu-ibu tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tangerang.
 
Ruang keempat adalah Ruang Davy Linggar. Ruangan ini memproyeksikan video stop motion yang dibuat oleh Davy Linggar berkolaborasi dengan: Amora, Daniel, Isyana, Jasmine, Kaja, Kawa, Kellen, Senha, Makayla, dan Syailendra. Ruangan ini bertujuan untuk mengajak anak-anak yang hadir untuk lebih sigap dalam menjadi agen perubahan pada masalah sampah plastik sekali pakai. Pameran ini merupakan bagian dari peluncuran koleksi “Daur“ Musim Rintik 2019 yang akan berlangsung selama 3 bulan, dimulai dari tanggal 28 November 2019 hingga 2 Februari 2020 di Senayan City Curated Space, Level One. Chitra Subyakto berharap kolaborasi kreatif dan interaktif ini dapat menyampaikan pesan yang berkelanjutan. Pengunjung yang hadir merasakan makna dari setiap ruang yang ada untuk disampaikan dan dilanjutkan kepada masyarakat luas. (DCP) Foto: Magnifique 

 

 

Author

DEWI INDONESIA