
Malam Golden Globe ke-83 di Los Angeles menjadi perayaan yang melampaui sinema. Ia menjelma ruang tempat cahaya, karakter, dan waktu saling berkelindan. Pada Minggu 11 Januari, Chopard hadir sebagai penanda keanggunan yang tak hanya memikat pandang, tetapi juga merangkai narasi kemewahan dengan presisi tinggi. Melalui Dwayne Johnson, Ryan Destiny, dan Carolyn Murphy, rumah perhiasan asal Swiss ini menegaskan posisinya sebagai penghubung antara warisan dan modernitas.


Dwayne Johnson menghadirkan siluet maskulin yang disempurnakan oleh ketelitian Haute Joaillerie. Pilihannya jatuh pada jam tangan Alpine Eagle 41 XP Frozen Summit dari emas putih delapan belas karat, bertabur berlian potongan baguette seberat dua puluh sembilan koma nol dua karat. Kilau dingin jam tersebut berpadu dengan bros dan dua cincin emas putih bertatah berlian dari koleksi Haute Joaillerie, serta satu cincin dari koleksi Ice Cube yang memberi aksen geometris. Sepasang manset bernuansa perak melengkapi keseluruhan tampilan dengan ketenangan yang berwibawa.


Ryan Destiny tampil sebagai perwujudan keanggunan modern yang berani bereksplorasi. Ia mengenakan kalung Haute Joaillerie dari emas putih dan emas rose, dihiasi berlian seberat lima puluh tujuh koma nol sembilan karat dan safir tujuh puluh tiga koma tujuh nol karat. Perpaduan warna dan kilau tersebut menciptakan kesan dramatis yang lembut. Anting emas putih bertatah berlian serta cincin dari koleksi L Heure du Diamant menegaskan sisi feminin yang anggun sekaligus kuat. Pada Ryan, Chopard menjadi medium ekspresi yang emosional dan berlapis.


Carolyn Murphy memilih bahasa klasik yang tenang namun penuh daya. Anting emas putih dengan berlian seberat dua puluh enam koma delapan dua karat memantulkan cahaya di setiap gerak, sementara cincin emas putih dengan berlian potongan emerald lima koma nol satu karat tampil sebagai pusat perhatian. Sentuhan ini menggarisbawahi keindahan yang bersumber dari kesederhanaan yang dirawat dengan ketelitian tinggi.
Melalui Golden Globe tahun ini, Chopard tidak sekadar melengkapi busana para bintang. Ia menulis pernyataan tentang kemewahan yang bersandar pada keahlian, tentang keindahan yang berbicara tanpa suara. Sebuah elegi cahaya yang hidup dalam ingatan, jauh melampaui satu malam penghargaan.
(Foto: Dok. Eksklusif Chopard)