Valentino Couture Fall 2019: Adibusana yang Penuh Warna
Valentino menekankan perihal individualitas dengan menampilkan inklusivitas di pagelaran koleksi adibusananya, menjadikannya kaya dan penuh warna.
6 Jul 2019


1 / 17
Pagelaran koleksi adibusana dari Valentino yang penuh warna. Baik itu dari sisi warna pakaian secara harafiah yang menampilkan warna-warna vibrant dan kontras, maupun dari sisi keberagaman model yang lalu lalang di atas runway.
 
Pierpaolo Piccioli rupanya telah menemukan ramuan yang pas untuk benar-benar mendorong inklusivitas dalam dunia mode. Hasil ramuan itu mulai terlihat secara signifikan pada koleksinya di pagelaran koleksi adibusana musim semi pada Februari lalu. Ia memilih model-model dengan latar belakang ras yang beragam. Ia juga mulai memberi sorotan terhadap model-model berkulit gelap yang ternyata justru mengelevasi gaun-gaunhaute couture rancangannya dengan memberikan kontras.
 
Koleksinya adibusananya kali ini masih memperlihatkan warna-warna cerah. Namun dengan perpaduan kontras yang agak tak biasa seperti perpaduan warna hijau terang dengan ungu gelap atau perpaduan warna lilac, kuning neon, dan warna cokelat kemerahan (ochre). 
 
Tak hanya warna-warna yang memikat, pakaian-pakaian yang jadi bagian koleksi ini juga menunjukkan kecakapan teknis tim haute couture Valentino. Misalnya gaun panjang dengan aplikasi floral yang membutuhkan 990 jam pengerjaan. Lihat pula gaun tanpa lengan yang terbuat dari potongan-potongan kain warna pink yang disatukan satu per satu dan memakan waktu hingga 2.010 jam. 
 
Kebalikan dari gaun-gaun rancangan Iris Van Herpen, semua pakaian dalam koleksi Valentino ini dibuat dengan tangan secara manual. “Ini bukan hasil pengerjaan komputer, Anda bis merasakan humanitasnya,” kata Piccioli.
 
Segala elemen dalam koleksi ini—inklusivitas model, pemilihan warna dan detil yang beragam, hingga detil-detil yang dibuat manual—merupakan bentuk perayaan Valentino akan individualitas. Bahwa dengan memaksimalkan potensi tiap-tiap individu akan tercipta kecantikan yang tak terperi. (Teks: Shuliya Ratanavara/Foto: Dok. Valentino.)
 

 


Topic

Couture Fall 19/20

Author

DEWI INDONESIA