Bongkar 5 Mitos Seputar Sunscreen agar Terhindar dari Efek Buruk Sinar UV!
Ketahui penjelasan dari pakar kulit mengenai mitos seputar sunscreen ini agar kulit terlindungi dari dampak buruk sinar matahari!
17 May 2022



Memakai sunscreen atau tabir surya penting dilakukan setiap hari agar kulit terlindung dari dampak buruk paparan sinar matahari. Hiperpigmentasi, penuaan dini, sampai kanker kulit merupakan beberapa dampak jangka panjang paparan sinar UV yang bisa menembus kaca dan pakaian kita. Meski kegunaannya begitu penting terhadap kulit, banyak orang masih salah kaprah seputar sunscreen sehingga tak mendapat perlindungannya yang maksimal.
 
Medical Innovation Expert BeautyHaul, dr. Claudia Christin, menyebutkan bahwa setiap orang wajib menggunakan sunscreen minimal SPF 15+ yang perlu diaplikasikan ulang (re-apply) setiap dua jam. Berikut ini beberapa mitos seputar sunscreen yang sebaiknya dihindari agar kulit senantiasa terlindungi dari efek buruk sinar UV!

Mitos 1: sekali mengoles sunscreen sudah cukup untuk seharian

Banyak orang yang mengira bahwa menggunakan sunscreen satu kali sudah cukup untuk melindungi kulit dari sinar UV seharian penuh. Faktanya, seberapapun tingginya tingkat SPF yang sunscreen kita miliki, perlindungan tersebut akan memudar fungsinya dalam dua jam. Oleh karena itu pula, dr. Claudia menyarankan kita untuk re-apply sunscreen setiap dua jam agar kulit tetap terlindungi. Pilih sunscreen berbentuk spray atau stick yang lebih praktis untuk re-apply dan meminimalisir lunturnya riasan wajah yang telah kita gunakan.

Mitos 2: sunscreen tahan air sehingga tidak perlu re-apply setelah mandi

Saat ini ada banyak produk sunscreen yang diklaim tahan air, padahal ketika kita mandi, berenang, mencuci muka, maupun mengambil air wudhu, perlindungan sunscreen tetap dapat luntur dan menipis. Oleh karena itu, dianjurkan agar kita mengaplikasikan sunscreen kembali ke kulit setelah selesai berenang atau mandi.

Mitos 3: kita hanya butuh sedikit sunscreen

Sejumput sunscreen saja tidak cukup meski Anda merasa telah melapisi seluruh bagian wajah. Menurut dr. Claudia, dibutuhkan setidaknya 0,04 ons sunscreen untuk melindungi wajah dan leher agar kulit terhindar dari efek negatif sinar UV. Jumlah ini setara dengan panjangnya jari telunjuk dan jari tengah tangan kita.

Mitos 4: tak perlu pakai sunscreen karena makeup ber-SPF

Salah satu mitos seputar sunscreen yaitu tak perlu memakai sunscreen lagi karena sudah memakai makeup dengan SPF. Beberapa produk makeup seperti foundation atau tinted moisturizer memang banyak yang sudah ber-SPF, namun SPF ini hanya memberikan sedikit perlindungan untuk kulit wajah. Oleh karena itu, proteksi yang diberikan belum maksimal sehingga kita tetap perlu mengaplikasikan sunscreen dengan jumlah yang dianjurkan sehingga kulit tetap terjaga dari radiasi sinar matahari.

Mitos 5: tidak perlu memakai sunscreen di dalam ruangan

Masih banyak orang yang beranggapan jika kita seharian berada di dalam ruangan atau ketika cuaca sedang mendung, artinya kita tidak memerlukan perlindungan dari sinar matahari. Nyatanya, menurut dr. Claudia, paparan sinar UV tetap dapat menembus berbagai material, terutama jika kita bekerja di area yang dikelilingi oleh jendela. Maka, kamu harus menggunakan sunscreen setiap hari walaupun hanya beraktivitas indoor.
 
Selain menjelaskan tentang mitos seputar sunscreen tersebut, dr. Claudia juga memberi tahu cara memilih sunscreen terbaik. Menurutnya, penting bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu jenis kulit kita, apakah berminyak, cenderung kering, atau sensitif.
 
“Jika Anda memiliki jenis kulit berminyak, Anda dapat menggunakan sunscreen gel yang berbahan dasar air (water-based). Sementara apabila kulit Anda tergolong kering, disarankan untuk memilih sunscreen bertekstus lotion dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Bagi kulit sensitif, dapat memakai sunscreen yang bebas pewangi (fragrance-free) dan non-comedogenic untuk mencegah penyumbatan pori-pori,” jelas dr. Claudia Christin.

 
MARDYANA ULVA
Foto: Pexels

 

 


Topic

Beauty

Author

DEWI INDONESIA