Hari Jadi BAGPOPSICLES dan Indo Watch Collection: Ketika Raket Padel Bersambut Tas Hermès
Retrospektif Joko Anwar dalam Festival Film Fantastik Internasional Gérardmer 2026

Retrospektif Joko Anwar dalam Festival Film Fantastik Internasional Gérardmer 2026

Sineas Joko Anwar berpose dengan aktris Asmara Abigail dalam Festival Film Fantastik Internasional Gérardmer 2026. Foto oleh Olivier Vigerie.

Festival Film Fantastik Internasional Gérardmer ke-33 kembali menyoroti sinema Asia Tenggara dengan mengundang sineas asal Indonesia, Joko Anwar, sebagai subjek retrospektif khusus. Retrospektif Joko Anwar ini digelar 27 Januari – 1 Februari 2026 silam.

Mengangkat sinema Joko Anwar di Prancis

FOCUS X JOKO ANWAR X ASMARA ABIGA x GE26

Didukung oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dan Institut français d’Indonésie, retrospektif Joko Anwar menjadi kali kedua sinema Asia Tenggara mengambil panggung utama di Gérardmer. Festival Film Fantastik Internasional Gérardmer adalah festival sinema terbesar di Eropa yang merayakan genre fantasi, horor, dan thriller. Sebelumnya pada tahun 2025, Gérardmer mengangkat perfilman Vietnam.

Kehadiran Joko Anwar sebagai tamu kehormatan di Gérardmer akan diiringi dengan pemutaran beberapa film ikonisnya, seperti Pengabdi Setan, Perempuan Tanah Jahanam, dan Modus Anomali.

Advertisement

Selama lebih dari dua dekade, Joko Anwar telah menjelajahi genre fantasi yang mempengaruhi perkembangan perfilman Indonesia. Sebagai salah satu pionir genre fantasi dan fiksi ilmiah di Indonesia, Jokan, panggilan karibnya, kerap mengangkat isu-isu sosial dengan pendekatan fantasi dan horor.

Sebelumnya, pada Desember lalu, Joko Anwar dianugerahi gelar Chevalier de l’Ordre des Arts et des Lettres oleh pemerintah Prancis. Saat ini, ia juga tengah menyambut film panjang keduabelasnya, komedi horor Ghost in the Cell, yang akan diluncurkan di Berlin tengah Februari 2026.

Biografi singkat Joko Anwar

Lahir pada tahun 1976 di Medan, Indonesia, Joko Anwar tumbuh dengan film-film kung fu dan horor yang sejak dini membentuk imajinasinya. Ia menempuh pendidikan teknik dirgantara di Institut Teknologi Bandung sebelum memulai karier sebagai jurnalis di The Jakarta Post, lalu beralih menjadi kritikus film.

Langkah penting dalam kariernya terjadi ketika ia berkolaborasi dengan sutradara Nia Dinata dalam penulisan skenario film Arisan! (2003). Kolaborasi ini meraih nominasi Piala Citra untuk kategori Skenario Terbaik dan memperoleh sejumlah penghargaan nasional. Kesuksesan tersebut membuka jalan bagi Joko Anwar untuk menyutradarai film panjang pertamanya, Janji Joni (2005).

Pendekatan ini berkontribusi signifikan dalam membawa sinema Indonesia ke panggung internasional. Film noir Kala (2007), thriller psikologis Pintu Terlarang (2009), serta film horor Modus Anomali (2012), membawanya ke panggung sinema internasional. Modus Anomali, misalnya, juga diputar dalam Festival Film Fantastik Internasional Gérardmer 2013.

Reputasi internasionalnya semakin menguat lewat drama A Copy of My Mind (2015) yang terpilih di Mostra Internazionale d’Arte Cinematografica di Venezia, Film ini juga mengantarkan Jokan meraih Piala Citra Sutradara Terbaik pertamanya. Pada tahun 2019, ia menyutradarai film pahlawan super Gundala. Jokan juga kembali meraih Piala Citra Sutradara Terbaik melalui film horor Perempuan Tanah Jahanam (2019), yang juga dipresentasikan di Gérardmer.

Di dalam negeri, Joko Anwar mencatat kesuksesan besar lewat Pengabdi Setan (2017) dan Pengabdi Setan 2: Communion (2022). Keduanya termasuk dalam sepuluh film terlaris sepanjang sejarah box office Indonesia.

Pada tahun 2024, ia menciptakan serial antologi Netflix Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams, yang memadukan fiksi ilmiah dan horor dengan latar Jakarta. Di tahun yang sama, ia juga merilis Siksa Kubur (2024) serta film action-thriller Pengepungan di Bukit Duri (2025) yang kental dengan isu sosial seperti konservatisme agama dan rasisme.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Hari Jadi BAGPOPSICLES dan Indo Watch Collection: Ketika Raket Padel Bersambut Tas Hermès

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.