
Ada kelegaan saat kita menemukan sesuatu yang mengajak kita berhenti sejenak; menyentuh napas, menyentuh batin, dan kembali mengingat dari mana kita berasal. “The Story”, koleksi wallpaper dan kain bermotif lukisan karya Jonathan Rachman dan Patricia Nurchandra, hadir sebagai ruang hening itu: sebuah jeda indah yang merayakan perjalanan, akar budaya, dan kehalusan rasa.
Setelah lebih dari empat dekade merantau dan membangun reputasi sebagai desainer interior di Amerika Serikat dan Eropa, Jonathan Rachman kembali ke Tanah Air. Lahir di Lampung, Sumatera Selatan, Jonathan mahir memadukan warisan budaya Timur dengan keanggunan klasik Barat dalam proyek-proyek desainnya. Keahlian dan kontemplasi untuk pulang itu pula yang ia hadirkan dalam kolaborasi ini.
Di Sini Di Sana Ubud, Refleksi Diri Jonathan Rachman

Perjalanan pulang Jonathan mewujud dalam sebuah tempat kembali yang sangat personal di Ubud, Bali, Di Sini Di Sana by Rachman and Sons. Tempat ini ia mewujud dalam bentuk destinasi fine dining dan butik dengan koleksi benda antik terkurasi; namun sejatinya ini merupakan ruang penghormatan bagi kedua orang tuanya, sekaligus pengejawantahan segala karsa dan niatannya untuk berbagi.
“Di Sini, Di Sana. Here and there. Saya namai demikian karena rasanya frasa itu tepat sekali merepresentasikan perjalanan saya hingga kini,” ungkap Jonathan.
Di ruang itu pula Jonathan meluncurkan koleksi terbarunya yang paling pribadi: koleksi wallpaper dan kain berjudul “The Story”, berkolaborasi dengan sesama desainer, Patricia Nurchandra. Koleksi ini, yang terinspirasi dari perjalanan hidupnya, merentang dari Indonesia, Eropa, hingga Amerika, menjadi karya anyar yang siap mengisi ruang-ruang hangat hunian Anda.
Lima Desain yang Bercerita


Setiap desain dalam The Story seperti sebuah meditasi visual. Bali, dengan perempuan pembawa sesaji dan warna-warna lembut ala Le Mayeur, mengingatkan kita pada ketulusan untuk melakukan ritual harian. Jawa, dengan Loro Blonyo, Gunungan, dan Borobudur, memusatkan batin pada keseimbangan dan keselarasan. Lampung, tanah kelahiran Jonathan, mempersembahkan harimau, gajah, Tapis, hingga kopi, sebuah nostalgia tentang rumah dan pelindungannya. Dari sana cerita bergerak ke Paris, dengan romansa arsitektur klasik, dan San Francisco, yang penuh karakter dan kehangatan eksentrik. Lima lanskap, lima napas, lima cara untuk kembali pada diri.
Dalam kolaborasi ini, visi Jonathan bersanding harmonis dengan semangat Patricia Nurchandra. Sebagai desainer kelahiran Indonesia dari Selandia Baru, Patricia membawa latar belakang global dan kecintaan mendalam pada Batik.
Patricia terdorong untuk menciptakan lini interior Patricia Nurchandra Designs setelah bertahun-tahun belajar seni tekstil di luar negeri, menyadari kualitas dekoratif Batik yang tak tertandingi serta aspek filosofis, budaya, dan sejarah di baliknya. Ia juga tergerak untuk menjaga makna budaya Batik dengan menggunakan motif arsip dan menerapkan warna kontemporer yang unik.
Ketika Mindfulness Mewujud dalam Kain
Koleksi “The Story” adalah sebuah undangan untuk mempraktikkan mindfulness dalam ruang hidup kita. Setiap detail motif, baik itu keagungan Candi Borobudur atau keanggunan perempuan Bali yang membawa sesajen, adalah pengingat akan keindahan yang subtil, ketekunan, dan desain yang dipikirkan dengan matang.




Filosofi keanggunan yang menjadi kekhasan karya Jonathan, dipadukan dengan upaya Patricia dalam mengangkat makna Batik, menciptakan narasi yang menghormati masa lalu sambil merangkul masa kini. Koleksi kain ini akan tersedia di Calissa Home, mitra terpercaya untuk para arsitek dan desainer interior yang mencari soft furnishings berkualitas tinggi.
Bagi Anda yang mencintai seni bercerita melalui desain, koleksi ini mengajak kita untuk melambat sejenak, merenungkan perjalanan hidup kita sendiri, dan menemukan keindahan dalam setiap jejak yang kita tinggalkan. Seperti kata Jonathan, “Ini adalah tentang menghormati masa lalu sambil melangkah ke masa depan, dengan penuh kesadaran dan keanggunan.”