
Malam Golden Globe ke-83 di Beverly Hilton Hotel, Beverly Hills kembali menjadi panggung tempat waktu dimaknai lebih dari sekadar detik yang berlalu. Pada Minggu 11 Januari 2026, Hublot membawa filosofi “Art of Fusion” ke jantung perayaan sinema dunia, menghadirkan jam tangan sebagai perpanjangan karakter, kepribadian, dan perjalanan kreatif para aktor yang mengenakannya. Di Beverly Hilton, kemewahan Swiss berpadu dengan ekspresi maskulinitas yang beragam, namun sama sama presisi.


Joe Alwyn menghadirkan nuansa yang lebih kontemplatif. Aktor yang tengah bersinar melalui perannya dalam The Brutalist dan Hamnet ini mengenakan Hublot Classic Fusion King Gold Blue empat puluh dua milimeter, dipadukan dengan tali kulit aligator senada. Emas King Gold yang hangat berpadu dengan dial biru menciptakan kesan tenang sekaligus berlapis, mencerminkan pendekatan Alwyn terhadap peran peran yang sarat kedalaman psikologis. Jam tangan ini berbicara tentang keanggunan modern yang tidak berisik, namun meninggalkan jejak yang kuat.


Brett Goldstein, aktor, komedian, sekaligus nomine Golden Globe untuk Penampilan Terbaik dalam Stand Up Comedy Televisi melalui karyanya The Second Best Night of Your Life, tampil dengan pendekatan yang lugas namun penuh kekuatan. Ia memilih Hublot Classic Fusion Titanium berdiameter empat puluh dua milimeter, sebuah jam tangan yang merefleksikan keteguhan dan kejujuran material. Titanium yang ringan namun tangguh menjadi metafora sempurna bagi sosok Goldstein, yang mengolah humor dengan ketajaman intelektual dan emosi yang terkendali. Di pergelangan tangannya, waktu terasa jernih dan fungsional, tanpa kehilangan aura kemewahan.


Sementara itu, Matthew Rhys tampil dengan kepercayaan diri yang matang. Nomine Golden Globe untuk kategori Aktor Terbaik dalam Mini Seri atau Film Televisi berkat perannya dalam The Beast in Me ini memilih Hublot Classic Fusion Chronograph King Gold berdiameter empat puluh dua milimeter. Kompleksitas kronograf berpadu dengan kemewahan emas menciptakan komposisi yang seimbang antara fungsi dan estetika. Pilihan ini mencerminkan perjalanan karier Rhys yang kaya nuansa, penuh lapisan, dan selalu terukur.
Melalui ketiga sosok ini, Hublot menegaskan bahwa jam tangan bukan sekadar penunjuk waktu, melainkan pernyataan identitas. Di Golden Globe ke-83, “Art of Fusion” hadir sebagai bahasa visual yang menyatukan seni, teknologi, dan kepribadian. Sebuah dialog sunyi antara waktu dan karakter, yang terus berdetak jauh setelah lampu panggung meredup.