
Di balik setiap detak, tersembunyi ritme tak kasatmata, puisi mekanik yang mengalun lirih namun tegas. Jagat horologi Hermès menyingkap halaman baru dalam kisah Slim d’Hermès Squelette Lune melalui dua edisi istimewa: titanium bertekstur yang maskulin dan platinum klasik yang luhur. Jam tangan ini bukan sekadar penunjuk waktu, melainkan metafora tentang ketelitian, harmoni, dan keanggunan yang menapak sepanjang abad.
Diluncurkan pada 2015, Slim d’Hermès menampilkan garis ramping yang memadukan ketegasan dan kelembutan khas Hermès. Versi Squelette Lune menyingkap mekanisme terbuka dengan dua karakter: titanium abu-abu berbezel DLC anthracite bernuansa modern dengan tone Vert d’Eau, serta platinum dipoles penuh dengan dial biru beraksen perak yang lebih klasik.

Karya ini menampilkan skeletonisation yang memukau: jembatan-jembatan dibentuk lekuk elegan, permukaan kontras dengan bevel berkilau, menyorot detail yang kerap tersembunyi. Fase bulan ganda di pukul enam merekam satelit kita dalam representasi realistis, sementara jarum baton berlapis emas hitam menari di atas dial, menandai waktu dengan gestur presisi dan anggun.

Di balik safir transparan, mesin buatan Vaucher memamerkan arsitektur micro-rotor dengan frekuensi 3Hz dan cadangan daya 48 jam. Setiap detik adalah simfoni yang tertata rapi, harmoni klasik dan modern bertemu dalam satu karya yang abadi. Strap kulit aligator menutupnya dengan sentuhan kemewahan, abu-abu untuk titanium, biru untuk platinum, menegaskan identitasnya yang tak lekang zaman.

Slim d’Hermès Squelette Lune bukan sekadar jam, melainkan titah seni yang tersirat, dan penghormatan pada kesempurnaan mekanik yang menapak dari masa lalu menuju masa kini.