Road to ICAD 2026 Dibuka dengan Pameran Karya EMTE di Grand Kemang

Pameran EMTE di grandKemang Hotel menjadi titik awal menuju ICAD 2026 sekaligus pengantar tema Being: Becoming tentang hubungan masa kini dan kemungkinan masa depan.

Mohammad Taufiq, yang akrab disapa Emte, membuka pameran Road to Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2026 di Grandkemang Hotel, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/5/2026). Pameran ini menjadi pembuka rangkaian menuju festival utama ICAD edisi ke-16 yang akan berlangsung pada Oktober mendatang, sekaligus memperkenalkan tema tahun ini, Being: Becoming.

Tema tersebut membicarakan hubungan antara kondisi manusia saat ini dengan kemungkinan yang akan datang. “Being” merujuk pada keberadaan di masa kini, sementara “becoming” melihat proses perubahan yang terus berlangsung. Dalam konteks ini, ICAD 16 mencoba membaca ketegangan antara perubahan yang cepat dengan keinginan manusia untuk mempertahankan hal-hal yang dianggap penting, di tengah dunia yang semakin dipengaruhi teknologi, krisis lingkungan, dan perubahan sosial.

Membaca Hidup Lewat Metafora Longsor

Dalam pameran ini, Emte menghadirkan dua seri karya, yaitu Landslide dan Pixel Deep. Praktik visualnya sendiri selama ini dikenal bergerak di antara ilustrasi dan seni rupa kontemporer, mencerminkan perubahan lanskap seni Indonesia yang kini semakin cair.

Advertisement

Melalui seri Landslide yang terdiri dari 38 karya, Emte menggunakan metafora longsor untuk merefleksikan perjalanan hidup dan kariernya. Baginya, hidup bergerak seperti lanskap yang terus berubah dan sulit diprediksi, sehingga manusia dituntut untuk terus beradaptasi dengan situasi yang datang silih berganti.

Sementara itu, seri Pixel Deep membahas hubungan antara ruang privat dan publik melalui figur-figur yang berswafoto. Pada presentasi perdananya, karya-karya ini juga diperlakukan seperti barang di pasar yang dapat langsung dibeli dan dibawa pulang, sebagai cara mempertanyakan eksklusivitas dalam pasar seni.

Pengalaman Kuliner Jadi Bagian dari Pameran

Selain karya seni, pembukaan Road to ICAD 16 juga menghadirkan pengalaman kuliner bertajuk Paint Dip yang dikembangkan oleh grandkemang. Sajian ini berupa aneka edible dips berwarna-warni berbahan alami yang dipadukan dengan crackers, terinspirasi dari aktivitas melukis.

Seluruh elemen makanan dibuat sepenuhnya edible dan food-grade, menghadirkan pendekatan yang menghubungkan pengalaman visual dan rasa dalam satu ruang yang sama. Konsep ini juga menjadi bagian dari pendekatan grandkemang dalam menghadirkan pengalaman kreatif untuk pameran, peluncuran produk, hingga acara komunitas.

***

Road to ICAD 16, festival seni dan desain tahunan, mulai membuka percakapan tentang upaya manusia hidup di tengah perubahan yang terus bergerak. Pameran Emte menjadi titik awal untuk membaca tema Being: Becoming melalui pengalaman personal, lanskap urban, dan cara manusia beradaptasi dengan ketidakpastian yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Laka (Love And Kind Artistry) Debut di Indonesia: Ketika Seni Rias Wajah Menjadi Cermin Jiwa

Laka (Love And Kind Artistry) Debut di Indonesia: Ketika Seni Rias Wajah Menjadi Cermin Jiwa

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.