
Tatkala seni dan mode bertemu, Yayoi Kusama menjadikan titik sebagai bahasa yang tak pernah berhenti berulang. Dari busana yang dirancangnya sendiri hingga kolaborasi dengan nama-nama besar fashion, polka dot menjadi identitas yang terus berpindah dari karya seni ke tubuh, lalu ke berbagai bentuk mode.
1968 | Kusama Fashion Company Ltd.

Kusama mendirikan Kusama Fashion Company Ltd. di New York dan mulai membawa praktik artistiknya ke dalam busana. Setahun kemudian, koleksinya berkembang menjadi ready-to-wear yang dijual melalui butik miliknya dan sejumlah peritel New York, termasuk Bloomingdale’s.
1969 | The Nude Fashion Company

Kusama memperkenalkan busana dengan potongan dan bukaan yang mengekspos bagian tubuh. Dalam pertunjukan yang berlangsung berdampingan dengan lukisan, patung, dan happenings, pakaian menjadi bagian dari karya sekaligus medium untuk mengeksplorasi tubuh.
1971 | Fashion sebagai Performance

Fashion Kusama kemudian keluar dari ruang butik melalui street happenings dan pertunjukan di Eropa. Busana tidak lagi sekadar dikenakan, tetapi menjadi bagian dari performans dan cara Kusama membawa praktik seninya ke ruang publik.
1999–2000 | Issey Miyake × Yayoi Kusama

Bersama Issey Miyake, Kusama menciptakan tekstil dengan ciri khas day-glo polka dots. Karya tersebut kemudian dipresentasikan di Fondation Cartier, Paris, pada 2000, mempertemukan obsesinya terhadap titik dengan eksplorasi Miyake terhadap tekstil dan tubuh.
2012 | Louis Vuitton × Yayoi Kusama

Di bawah arahan kreatif Marc Jacobs, Louis Vuitton menggandeng Kusama dalam kolaborasi besar yang membawa polka dot ke ranah luxury fashion. Motif khasnya hadir pada ready-to-wear, tas, sepatu, perhiasan, jam, dan aksesori, yang diluncurkan dalam dua tahap.
2017 | XLARGE × X-girl × Yayoi Kusama

Kusama kemudian hadir dalam fashion yang lebih kasual melalui kolaborasi terbatas bersama XLARGE dan X-girl. Jaket, kaus, tas, topi, hingga jam G-SHOCK dihiasi referensi dari Infinity Net, polka dots, Love Forever, serta karya-karya Kusama dari era New York.
2022–2023 | Louis Vuitton × Yayoi Kusama, Revisited

Satu dekade setelah kolaborasi pertama, Louis Vuitton dan Kusama kembali bertemu. Kali ini, eksplorasinya diperluas ke busana, tas, sepatu, aksesori, parfum, dan jam dengan motif Painted Dots, Pumpkins, serta Faces.

Jika kolaborasi pertama memperkenalkan bahasa Kusama ke dunia luxury fashion, pertemuan kedua membawanya jauh lebih luas, menjadikan karya sang seniman hadir bukan hanya pada produk, tetapi juga dalam pengalaman visual Louis Vuitton di berbagai penjuru dunia.

Dari butik kecil di New York hingga panggung luxury fashion global, Kusama menunjukkan bahwa seni tidak harus berhenti untuk bisa dikenakan.