Ketika Binatang Bercerita: Dunia Seni Ida Lawrence
Monster Pabrik Rambut, Film Terbaru Palari Films

Monster Pabrik Rambut, Film Terbaru Palari Films

Film terbaru Palari Films, Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) akan tayang perdana di Berlin dan akan hadir di bioskop Indonesia tahun ini.

Tahun ini, Palari Films menghadirkan karya terbaru penulis sekaligus sutradara Edwin yang berjudul Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), yang akan menjalani premier global di Berlin International Film Festival 2026 (yang juga dikenal sebagai Berlinale). Setelahnya, film ini juga akan tayang di tanah air tahun 2026 ini.

Midnight, Tapi Bukan Tanpa Makna

Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, serta memperkenalkan Luqman Hakim sebagai Kev. Dalam trailer internasional yang telah dirilis, penonton juga diberi kisi-kisi tentang aktor Iqbaal Ramadhan yang terasa berbeda. Jauh dari persona yang selama ini kita kenal di layar lebar.

Film ini akan tayang dalam program Berlinale Special Midnight, sebuah kurasi khusus yang dikenal menampilkan karya-karya berani, inovatif, dan lintas genre. Program ini bukan hanya soal sensasi larut malam, tetapi juga ruang bagi film-film yang ingin berbicara dengan cara berbeda. Lebih gelap, lebih jujur, dan sering kali lebih menggugah emosi.

Advertisement

Kembali ke Berlin, dengan Cerita yang Semakin Dewasa

Bagi Edwin, Berlinale bukanlah ruang baru. Ini adalah kali ketiga film panjangnya diputar di festival tersebut. Katanya, “Bersyukur bisa menampilkan karya terbaru saya di Berlinale, dan kembali untuk ketiga kalinya film panjang saya ditayangkan di sana,” ujar Edwin.

“Berlinale adalah salah satu festival film terpenting di dunia, dan ini menjadi awal yang baik bagi perjalanan film terbaru kami,” sambungnya lagi.

Film ini ditulis oleh Edwin bersama Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga, serta diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Sebagai ko-produksi internasional antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis, film ini membawa napas kolaborasi yang terasa relevan dengan lanskap sinema global hari ini.

Jejak yang Konsisten di Berlinale

Kehadiran Edwin di Berlinale membentuk benang merah yang konsisten. Film panjang keduanya, Kebun Binatang (Postcards from the Zoo), pernah berkompetisi di Main Competition Berlinale ke-62. Aruna & Lidahnya juga ditayangkan dalam program Culinary Cinema, sementara film pendeknya Trip to the Wound hadir di Berlinale 2009. Sebuah perjalanan yang perlahan, namun berakar.

Bagi Palari Films, pemutaran di Berlinale Special Midnight menjadi langkah strategis. “Sebuah awal yang baik untuk memperkenalkan Monster Pabrik Rambut ke penonton internasional, apalagi dalam program yang bergengsi sekaligus aksesibel,” ujar Meiske Taurisia. Pernyataan ini terasa penting, karena sinema yang kuat seharusnya bisa berdialog, bukan hanya dipuja dari kejauhan.

***

Setelah perjalanannya di Berlin, Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia tahun ini. Sebuah pengingat manis bahwa film-film yang berani menjelajah dunia, pada akhirnya, tetap ingin pulang, dan berbincang dengan pemirsanya di tanah air.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Ketika Binatang Bercerita: Dunia Seni Ida Lawrence

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.