Adeline Tjahjadi Bicara Tentang Kecintaannya Terhadap Fashion dan Apresiasinya Terhadap Karya-Karya Desainer.
Sebagai seorang entrepreneur, Adeline Tjahjadi menetapkan pribadinya diantara gaya lady like dan kontemporer.
13 Sep 2016





Jika saya adalah sebuah warna, saya adalah hitam. Warna yang elegan dengan kesan misterius dan tak lekang oleh waktu seperti jalur gaya yang saya tempuh: klasik. Victoria Beckham dan Kate Middleton merupakan sosok yang menginspirasi saya bergaya. Keduanya selalu bergaya tidak berlebihan dengan siluet yang sederhana.

Bagi saya, fashion adalah cerminan pribadi dari gaya seseorang. Siapapun bisa membeli fashion item yang mahal, namun untuk urusan gaya tidak ada yang bisa membelinya karena itu bicara selera. Saya begitu menyukai kreasi rumah mode Chanel dengan gaya klasiknya dan Lanvin lewat permainan draperi yang disajikan secara mewah. Sementara untuk desainer lokal andalan saya yaitu Biyan. Napas feminin selalu lahir menjadi identitas koleksinya sehingga mampu mewakili diri saya. Selain itu, desainer muda seperti Stella Rissa juga menjadi favorit saya. Karya desainer itu perlu diapresiasi karena memiliki ciri khas tersendiri, dibuat dalam edisi terbatas, dan memiliki kualitas baik.
Destinasi berlibur favorit saya adalah Paris dan Melbourne. Saya terpesona dengan keindahan arsitektur kota Paris. Kota yang romantis dan tentunya surga belanja. Di situ saya juga senang mengamati gaya para wanita yang lalu lalang begitu modis. Sedangkan kota Melbourne terasa begitu akrab. Mungkin karena dulu saya kuliah di sana. Saya menyukai makanan-makanannya dan banyak label lokal yang atraktif. (YK) Foto: Dok. Zaki Muhammad
 

 

Author

DEWI INDONESIA