WWF Perkenalkan Sederet Selebritas Sebagai Para Ksatria Pelindung Alam
World Wildlife Fund (WWF) Indonesia memperkenalkan WWF Warriors yang akan fokus menggalakkan inisiatif dan meningkatkan awareness meliputi isu kehidupan alam liar, hutan, dan laut.
31 Aug 2019


Para WWF Warrior dalam konferensi pers peluncuran penggalangan dana untuk konservasi hutan.



Isu lingkungan semakin gencar dikumandangkan belakangan ini. Mulai dari soal tumpukan sampah di lautan hingga persoalan deforestasi lewat pembakaran hutan yang ramai baru-baru ini.

Pekan lalu, kebakaran Hutan Amazon menyedot perhatian di dunia. Sementara itu, di saat yang sama tiga area hutan di Indonesia juga mengalami kebakaran, yaitu di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jambi.

Kebakaran hutan memang menjadi salah satu masalah lingkungan yang paling sering terjadi di Indonesia. Baik itu yang terjadi akibat musim kering atau pun pembakaran yang disengaja untuk pembukaan lahan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 29 Juli 2019 ada sekitar 42 ribu hektare hutan dan lahan yang terbakar di sejumlah provinsi di Indonesia. Pun hasil rekapitulasi data KLHK sepanjang 2014-2019 menunjukkan luas lahan yang terbakar mencapai 135.749 hektare.

Untuk itu, WWF memperkenalkan para WWF Warrior tahun 2019-2021 guna membantu meningkatkan kesadaran masyarakat luas terhadap isu-isu lingkungan di Indonesia. Ada tiga isu utama yang akan diperjuangkan para WWF Warrior ini: kehidupan alam liar (wildlife), hutan, dan laut.

“Ketiga isu dipilih karena ketiganya merupakan tiga elemen utama kehidupan kita,” jelas Direktur Konservasi WWF Indonesia Lukas Adhyakso. Lebih lanjut ia menjelaskan kelangsungan ekosistem hutan menjadi penting karena hutan merupakan sumber kehidupan kita yang menyediakan air dan udara bersih untuk kehidupan. Selain itu hutan juga menjadi rumah bagi hewan liar dan banyak masyarakat adat.

Ia juga menjelaskan pentingnya laut sebagai sumber kehidupan manusia. “Lahan kita ini kan terbatas apalagi yang bisa ditanami makanan. Oleh karena itu jika kita tidak menjaga lautan, tidak membiarkan ikan-ikan di laut berkembang biak itu artinya kita sudah menghilangkan salah satu sumber makanan kita,” tegasnya.

Para WWF Warrior itu adalah Arifin Putra dan Tatjana Saphira sebagai Forest Warrior; Chicco Jerikho, Wulan Guritno, Janna Soekasah, dan Amanda Gratiana sebagai Wildlife Warrior; serta Kelly Tandiono, Pevita Pearce, dan Putri Marino sebagai Ocean Warrior.

Masing-masing para warrior ini membawa misinya masing-masing dan menegaskan komitmen mereka untuk memperjuangkan lingkungan hidup yang lebih baik. “Dua tahun enggak akan cukup untuk memperbaiki apa yang kita sudah rusak selama ratusan tahun,” kata Kelly.

Hal itu pun disetujui oleh para WWF Warrior yang lain. “Yang terpenting itu adalah ada proses perbaikan dari apa yang kita lakukan sekarang,” kata Wulan.

Pekerjaan membenahi lingkungan memang bukan perkara mudah dan tentunya tak bisa instan. Arifin pun menyadari betul tugas yang ia ambil sebagai WWF Warrior itu sebetulnya adalah sebuah komitmen seumur hidup.

Begitu pula Pevita dan Putri yang juga berkomitmen untuk terus berusaha memperjuangkan isu perbaikan lingkungan bahkan setelah tak lagi menjadi WWF Warrior. “Selain itu juga bagaimana kita bisa mendorong munculnya warrior-warrior baru di luar sana,” kata Pevita.

Para WWF Warrior ini diperkenalkan pada kesempatan konferensi pers penggalangan dana untuk konservasi hutan oleh WWF Indonesia pada 30 Agustus 2019 di Plaza Indonesia. Termasuk untuk membantu penanggulangan kebakaran hutan di tiga wilayah di Indonesia yang baru-baru ini terjadi. (SIR). Foto: Dok. WWF Indonesia.

 

 


Topic

Environment

Author

DEWI INDONESIA