
Dengan takzim yang tertata rapi dan hasrat yang tersemat, Louis Vuitton mempersembahkan Ambre Levant. Karya teranyar dalam perjalanan “Journey to the Middle East” yang khidmat. Selepas Fleurs du Désert menoreh jejak hangat, kini lembar berikutnya terangkat, lebih pekat, lebih sarat makna yang tersirat. Peluncuran awal bermula 15 Januari di Timur Tengah dan Asia Selatan, termasuk Indonesia, sebelum peluncuran global pada 5 Maret 2026 dirayakan serentak dan khusyuk.
Sejatinya, Ambre adalah kata dalam bahasa Prancis yang berarti ambar. Sebuah aroma hangat, bergetah, lembut, dan menetap yang dalam dunia wewangian identik dengan kesan mewah, mendalam, serta anggun. Karakternya kerap diasosiasikan dengan kehangatan balsam yang membalut dan memperkaya komposisi parfum. Levant berasal dari kata lever yang berarti terbit. Secara historis, Levant merujuk pada kawasan Timur, wilayah tempat matahari terbit, yang dipandang sebagai simbol cahaya, peradaban, dan persilangan budaya.
Padan kata, Ambre Levant dapat dimaknai sebagai sebuah metafora olfaktori tentang cahaya keemasan yang bangkit perlahan dan berkilau anggun, menghadirkan kehangatan yang bercahaya sekaligus berdaulat.
Ambre Levant mengalun bagai cahaya senja yang menjerat cakrawala dalam kilau keemasan yang lembut dan lekat. Ia bukan sekadar harum yang sesaat, melainkan riwayat yang merambat perlahan, mengikat ingatan pada adat dan hikayat. Dalam tiap sembur yang tersemat, terasa denyut perayaan yang hangat namun tertib, semarak namun tetap berderajat.
Di bawah racikan tangan Jacques Cavallier Belletrud yang piawai dan saksama, ambar ditata tidak sekadar pekat, melainkan berlapis makna yang cermat. Ia berdialog dengan ambar kelabu yang bernuansa mineral dan lembap, membangun lanskap penciuman yang kaya namun terjaga martabat. Dari Bangladesh, gaharu eksklusif yang dirawat melalui warisan dua abad yang taat hadir dengan aksen safran yang hangat dan serat kayu yang padat, jauh dari kesan berasap yang berat.
Semua berpadu dalam harmoni yang terangkat, mutakhir namun tetap berakar kuat dan terikat. Ambre Levant menjelma laksana titah bangsawan yang tak terucap namun terasa lekat. Menyelubungi pemakainya dengan aura yang anggun dan khidmat, meninggalkan jejak halus yang menetap, seperti senja yang pamit perlahan namun tak pernah benar-benar lenyap dari ingatan.