Memaksimalisasi Vista Hunian dengan Bentuk Kubus
Arsitek Alexis Dornier memaksimalkan kontur tanah hunian untuk menghasilkan pengalaman menakjubkan bagi penghuni.
14 Dec 2020


Struktur bangunan yang luar biasa ini juga merupakan pemandangan yang indah. Berdiri kokoh, menjulang seperti melayang.
1 / 6

Dinamai River House, seperti layaknya banyak bangunan di Pulau Dewata, vila ini memaksimalkan pengalaman manusia berada di tengah alam tanpa lupa untuk mengedepankan kemudahan dan kenyamanan. River House adalah rumah tinggal atau rumah peristirahatan tiga lantai dengan lima kamar tidur yang terletak di Pererenan, Bali. Sang Arsitek Alexis Dornier mengelompokkan ruang-ruang pribadi bangunan ini menjadi volume kubistik yang tampak melayang dalam rancangannya. 

Inspirasi bentuk kubus ini datang dari kontur area tersebut yang memang berundak-undak. Alexis mencari cara untuk mengakomodasi rancangan ke dalam sebuah bentuk yang dapat terintegrasi dengan kondisi tanah seluas 1.440 meter persegi tersebut. Jawabannya, dengan mengangkat bentuk kubus itu dari atas tanah. Dengan demikian, Alexis dapat memanfaatkan lahan di bawahnya menjadi ruang bersama, tempat menikmati alam yang terhampar di hadapan. 

Menelusuri rumah ini tak ubahnya menguak rahasia. Fasad rumah bagian depan dan samping tertutup kisi-kisi kayu. Pintu masuk ke rumah ini pun seperti tersembunyi karena berada di antara tanaman-tanaman yang rimbun. Pohon palem, pohon pisang, dan pohon bodhi mengelilingi bangunan dan menjadikannya bagian dari siluet yang terdiri dari perbukitan dan sawah yang subur. Keduanya, selain indah dilihat juga berfungsi sebagai sistem pendingin pasif (passive cooling) bangunan untuk menyaring panas dari sinar matahari yang masuk ke rumah. Mendinginkan ruang dengan cara ini dapat menciptakan kondisi thermal comfort dan tentunya menghemat penggunaan energi. 

Masuk ke rumah, kita akan berada di lantai dasar. Di sini akan ditemukan ruang-ruang yang bersifat utilitas dan dipakai bersama seperti ruang mencuci, ruang kantor, massage room, ruang televisi, dan kamar asisten rumah tangga. Vila ini dihuni oleh sang pemilik selama enam bulan setiap tahunnya. Selebihnya, tersedia untuk disewa lengkap dengan pelayanan staf harian. 

Dalam membingkai dan mengamplifikasi pemandangan Bali yang menakjubkan, Alexis Dornier menggunakan kayu reklamasi dan batu pasir yang bersumber secara lokal untuk menciptakan permukaan dan tekstur yang melebur menjadi satu. Elemen natural batu dan kayu berpadu dengan sempurna sehingga memperkaya karakter bangunan, mereferensi kembali ke budaya bangunan vernakular Bali dan di waktu bersamaan tetap menghadirkan rasa modern. 

 

 

Setelah meletakkan volume kubus di upper level, Alexis bebas memanfaatkan kontur tanah di bawahnya. Mewah adalah kata yang tepat untuk menggambarkan living room. Tidak hanya karena perabot yang terdapat di sana tetapi juga karena perasaan yang timbul ketika berada di dalamnya. 

Langit-langit living room yang tinggi dengan tiga sisi dinding bermaterial kaca membuat ruangan ini terang benderang, berlimpah sinar matahari. Vegetasi yang rimbun pun dengan mudah dapat dinikmati saat duduk di ruang ini. Pintu geser berukuran besar ke teras belakang memastikan udara dapat bebas mengalir ke dan dari dalam ruang. 

Ada tiga area yang menyatu di lantai ini: dapur, dengan marble kitchen island dan peralatan berkualitas tinggi, lounge, dan area makan. Dapur pun terbagi dua, yang pertama dengan tata letak open kitchen dan yang kedua pada ruangan terpisah. Dapur ini memiliki pintu tersendiri sehingga cocok digunakan sebagai ruang persiapan memasak atau untuk para staf katering saat penghuni mengadakan acara.

Ke luar dari living room, sebuah dek luas menyambut. Di sini terdapat meja makan yang dapat menampung hingga 10 orang, sofa luar ruangan, dan day beds untuk berjemur. Dek dilanjutkan dengan hamparan rumput yang berujung pada sebuah sungai. Dapat kita lihat pemandangan sawah terasering di depan sana yang terbingkai oleh deretan pohon kelapa yang menjulang tinggi. Sementara itu kolam renang yang berbentuk memanjang berlokasi di bagian samping atau tegak lurus dengan posisi sungai. 

Beranjak ke upper level yang merupakan kumpulan dari ruang-ruang privat. Dua kamar tidur menghadap sisi utara dan tiga lainnya menghadap barat. Tiga kamar, termasuk master bedroom, berbagi satu balkon panjang dan luas ke barat. Namun bukan master bedroom namanya jika tidak memiliki keistimewaan tersendiri. Selain ukurannya yang lebih luas dari kamar-kamar lain, master bedroom juga memiliki pemandangan utama alam yang luas ke arah sawah terasering. Terdapat pula bath tub di balkon yang dibatasi oleh sebidang dinding untuk memastikan privasi. Di sore hari, bath tub batu ini sangat menggoda untuk dinikmati, untuk mengakhir siang yang panas di Bali, sambil ditemani matahari terbenam di atas pohon kelapa. (NTF) Foto: Kiearch (Dok. Alexis Dornier)

 

Author

DEWI INDONESIA