
Untuk pertama kalinya, Museum MACAN bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti dalam edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women, yang hadir dalam format baru bertajuk New Nomadic Edition. Inisiatif ini menandai debut penghargaan bergengsi tersebut di Indonesia—sebuah langkah yang memperluas jangkauan globalnya sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan seniman perempuan.
Kehadiran edisi ini di Jakarta memperlihatkan bagaimana mode, seni kontemporer, dan pertukaran budaya lintas negara dapat saling memperkaya. Di titik temu inilah Jakarta tampil bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi sebagai lanskap kreatif yang aktif berkontribusi.
Residensi Enam Bulan di Italia
Penghargaan ini menawarkan program residensi selama enam bulan di lingkungan seni Italia. Residensi ini memungkinkan pendalaman riset, perluasan jejaring, serta pengembangan metode kerja yang mungkin belum sepenuhnya tersedia secara lokal.
Harapannya, dampak baiknya tidak hanya dirasakan oleh seniman terpilih, tetapi juga oleh ekosistem seni Indonesia secara lebih luas, yang terus memperkuat dukungannya terhadap perupa perempuan. Max Mara Art Prize for Women mendorong lahirnya percakapan baru tentang representasi, kesempatan, dan perspektif, sekaligus menempatkan praktik perupa perempuan Indonesia dalam dialog global yang lebih setara.
Warisan Italia, Percakapan Global

Didirikan pada 1951, Max Mara dikenal sebagai salah satu ekspresi paling konsisten dari kemewahan dan gaya Italia: tenang, presisi, dan berkelanjutan. Sementara itu, Collezione Maramotti, sebuah koleksi seni kontemporer privat yang dibuka untuk publik pada 2007 di bekas markas Max Mara di Reggio Emilia, telah lama menjembatani dunia seni dan mode melalui dukungan pada praktik artistik progresif.
Penghargaan ini sendiri lahir pada 2005 sebagai inisiatif Max Mara Fashion Group untuk mendukung seniman perempuan emerging dan mid-career. Nilai dasarnya tetap terjaga: pendampingan jangka panjang, riset mendalam, dan kesempatan residensi. Sebuah model dukungan yang mengutamakan proses, bukan sekadar sorotan sesaat.
“Langkah ini sepenuhnya sejalan dengan misi Collezione Maramotti, yang berupaya menjadi cermin bagi gagasan dan praktik artistik masa kini yang orisinal, inovatif, dan ambisius,” ujar Sara Piccinini, Direktur Collezione Maramotti,
“Kami merasa antusias dapat berkontribusi pada pertumbuhan perupa-perupa baru berbakat di kancah global, khususnya melalui pengembangan program residensi serta pemberian dukungan khusus selama pengalaman mereka di Italia,” sambungnya.
Kurasi sebagai Jembatan
Untuk edisi perdananya dalam format baru, Max Mara Art Prize for Women menunjuk Cecilia Alemani, Director dan Chief Curator High Line Art, New York, sebagai kurator utama. Bersama Max Mara dan Collezione Maramotti, Alemani akan memilih negara dan institusi mitra yang berbeda di setiap edisi, menciptakan kerangka kolaborasi internasional yang berkesinambungan.
Pendekatan ini menempatkan kurasi sebagai jembatan: antara praktik artistik dan konteks lokal, antara pengalaman individual dan percakapan global.
“Dengan format global dan berpindah yang kini diusungnya, penghargaan ini berkembang menjadi sebuah sarana diplomasi budaya dan dialog internasional yang utuh,” ungkap Cecilia Alemani, Kurator Max Mara Art Prize for Women dan Ketua Dewan Juri edisi ini.
“Keputusan untuk membawa edisi kesepuluh ini ke panggung dunia, khususnya ke Indonesia dan Museum MACAN, bukan sekadar perluasan geografis, melainkan sebuah pernyataan yang tegas: pada era ini, inovasi artistik tidak lagi dimonopoli oleh Barat,” ujarnya lagi.
Dewan juri penghargaan ini terdiri dari Venus Lau (Direktur, Museum MACAN), Amanda Ariawan (kurator), Megan Arlin (galeris, ara contemporary), Evelyn Halim (kolektor seni), and Melati Suryodarmo (perupa).
***
Dalam format New Nomadic Edition, Max Mara Art Prize for Women tidak hanya merayakan pencapaian seniman perempuan, tetapi juga menegaskan bahwa dukungan terhadap kreativitas adalah proses jangka panjang—yang tumbuh lewat pertukaran, kepercayaan, dan keberanian untuk berpindah.
Di Jakarta, penghargaan ini menemukan rumah sementara yang hangat. Sebuah pengingat bahwa seni dan mode, ketika berjalan berdampingan, dapat membuka ruang baru bagi perempuan untuk berkarya, bergerak, dan membentuk masa depan budaya secara kolektif.