Kaum Hadirkan Santapan Istimewa dari Kabupaten Siak Sri Indrapura
Kaum kembali dengan masakan nusantara yang tidak biasa, kali ini hidangan dari tanah Sumatera, Kabupaten Siak Sri Indrapura.


1 / 6
Tanggal 27 November 2019 kemarin, Kaum mengundang tim Dewi untuk merasakan beberapa hidangan istimewa. Sebagai restoran di Jakarta yang memiliki visi yang kuat yaitu membawa kembali masakan-masakan nusantara yang hampir terlupakan, kali ini tim kuliner membawa pulang berbagai santapan dari Kabupaten Siak Sri Indrapura.

Sebelum acara dimulai, kami disuguhkan welcome drink khas Kesultanan Siak, Kunyit Bejanggo. Konon inilah minuman yang disajikan tiap kali tamu istimewa datang ke istana. Dengan kata sambutan dan cerita dari tim kitchen Kaum ketika ke Siak, pihak pemerintahan Kabupaten Siak yang menjadi bintang tamu pada sore hari itu melanjutkan kisah tentang rasa dari tanah asal mereka.

Sebagai salah satu kabupaten yang paling subur di Sumatera, pada tahun 2016 Siak Sri Indrapura berinisiasi untuk membangun Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), sebuah forum kolaborasi yang dibentuk dan dikelola oleh delapan pemerintah kabupaten dalam rangka mewujudkan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dari program ini, Siak memaksimalkan berbagai bahan dan produk dapat ditemukan di hutan dan perairannya, dalam rangka mengupayakan aspek kuliner juga pariwisata.

Memiliki daerah perairan yang luas, tak heran jika kebanyakan dari hidangan tradisional Siak tak jauh dari ikan yang bahkan sulit untuk ditemukan di daerah perairan lainnya. Di situ, kami disuguhkan berbagai macam santapan yang menggunakan bahan-bahan langsung dari Siak. Mulai dari terasi asal Bengkalis dalam menu Cakalang Asap Sambal Belacan dan ikan Salai Juaro, juga kecap asin Rokan Hilir untuk padanan Sup Ikan Senapelan yang kaya akan rasa asam pedasnya. Pilihan lain selain ikan menghadirkan Ayam Masak Korma yang disantap bersama roti Canai dan acar, juga Mi Masak Udang.
 
Untuk menemani berbagai hidangan spesial ini, Pius Ebang selaku Bar Manager turut menghadirkan minuman-minuman yang terinspirasi dari kuliner khas Siak, yang tentu juga menggunakan bahan-bahan dari sana. Selain Kunyit Bejanggo yang kami coba di awal acara, Ia juga mengkreasikan mocktail bernama "Salam Lestari" yang kaya akan rasa asam.
 
Ia juga meramu koktail yang dinamakan "Basamo Juaro". Cita rasanya unik. Dengan base gin, ia lalu mencampurkan Martini Bianco, daun pohpohan, jeruk nipis, serta belimbing wuluh dari Siak. Ramuan berbahaya itu lalu ia sajikan sebagai padanan Ikan Asin Riau yang diselimuti bumbu rujak dan daun pohpohan.
 
Santap malam istimewa ini kemudian ditutup dengan pencuci mulut yang tak kalah menarik. Meski dinamakan "Laksamana Mengamuk", toh hidangan penutup ini malah membuat hati senang.

Selain rasanya yang memanjakan lidah, penganan yang dibuat dari campuran santan, agar, dan mangga ternyata mempunyai sejarahnya sendiri. Konon, dahulu ada seorang laksamana yang melampiaskan amarahnya dengan menggoyangkan pohon mangga. Buah yang berjatuhan lantas digunakan warga untuk membuat santapan manis ini.

Santapan khas Siak ini sudah bisa dinikmati dari pertengahan November 2019, persis sebelum menu perayaan Natal dan tahun baru diluncurkan. (DP) Foto : Dok. Kaum



 
 

 

Author

DEWI INDONESIA