
Ada sesuatu yang berbeda ketika sebuah rumah mode sebesar CHANEL memilih untuk berhenti sejenak, lalu membuka babak baru di ruang yang bersifat sementara. Pada 1 Februari 2026, CHANEL resmi membuka butik sementaranya di Plaza Indonesia, hanya beberapa langkah dari lokasi sebelumnya yang kini tengah direnovasi hingga 2027. Namun alih alih terasa transisional, ruang ini justru hadir dengan karakter yang matang dan utuh.

Fasad putih minimalisnya berdiri bersih dan tegas di antara hiruk pikuk pusat perbelanjaan. Begitu melangkah masuk, suasana berubah menjadi lebih hening dan terkurasi. Marmer, perunggu, dan tweed berpadu dalam palet putih, krem, dan emas yang menjadi bahasa visual khas CHANEL. Referensi pada apartemen legendaris Gabrielle Chanel di 31 rue Cambon terasa subtil namun kuat, diterjemahkan melalui pendekatan kontemporer yang relevan dengan ritme Jakarta hari ini.

Perjalanan dimulai dari area tas dan aksesori, termasuk CHANEL 25 yang menjadi sorotan musim ini. Sebuah lukisan minyak bernuansa emas karya Robert Greene menyambut dengan aura artistik yang hangat, mengingatkan bahwa di dunia CHANEL, seni dan mode selalu berjalan berdampingan. Setiap sudut dirancang bukan hanya untuk memajang koleksi, tetapi untuk membangun pengalaman.
Area Watches and Fine Jewelry menghadirkan suasana yang lebih intim. Coco Crush dan Camélia Fine Jewelry tampil berdampingan dengan jam tangan ikonis seperti J12, Première, BOYFRIEND, dan Code Coco. Kilau emas dan keramik hitam tidak terasa mencolok, melainkan presisi dan terukur. Kemewahan dihadirkan melalui detail dan ketenangan.
Memasuki area sepatu, atmosfer menjadi lebih tactile. Karya seni La Gloire dari Johan Creten, sofa tweed yang mengundang untuk duduk sejenak, serta chandelier rancangan Goossens sebagai bagian dari Métiers d’art mempertegas komitmen CHANEL terhadap savoir faire. Setiap elemen memiliki narasi, setiap material membawa memori.
Area Ready to Wear dibuka dengan pra koleksi Spring Summer 2026. Siluet santai dan mengalir, material ringan seperti sutra, katun, tweed, kulit lembut, kasmir, hingga renda hadir dalam palet netral dan pastel. Rajutan sporty, motif grafis, serta detail double C dan aksen floral ditafsirkan ulang secara subtil. Sebuah keseimbangan antara sofistikasi dan kesan muda yang effortless.
Namun bagi DEWI, momen paling memikat justru berada di ruang yang paling personal: kamar ganti. Area ini terasa lebih seperti walk in closet pribadi ketimbang fitting room konvensional. Pencahayaan lembut, furnitur berkarakter, dan karya seni yang menghiasi ruang menciptakan atmosfer intim yang jarang ditemui dalam pengalaman ritel. Di sini, memilih dan memadu padankan koleksi terasa seperti berada di rumah sendiri. Tidak ada tergesa. Tidak ada distraksi. Hanya Anda dan refleksi diri di depan cermin.
Inilah bentuk kemewahan yang paling relevan hari ini. Bukan kemegahan yang demonstratif, melainkan privasi, kenyamanan, dan perhatian pada detail. Butik sementara CHANEL di Plaza Indonesia membuktikan bahwa bahkan dalam jeda, sebuah rumah mode dapat tetap menghadirkan pengalaman yang utuh, personal, dan berkelas. Sebuah ruang antara yang justru terasa sangat lengkap.