“Kisah Kasih Kain Marmer”: Sebuah Perayaan Circular Textile oleh Adrie Basuki

Kisah Kasih Kain Marmer: Ketika Sisa Tekstil Berbicara dalam Bahasa Rasa

Di tengah hiruk-pikuk industri mode yang kerap berlari menuju kebaruan, Adrie Basuki memilih jalan berbeda, melambat, merenung, dan menghadirkan kembali nilai dari apa yang sempat terabaikan. Melalui pameran bertajuk “Kisah Kasih Kain Marmer”, ia mengajak publik menyelami keindahan yang lahir dari sisa, dalam sebuah perayaan circular textile yang sarat makna.

Bertempat di Lomma, Darmawangsa, pameran yang berlangsung selama satu hari ini bukan sekadar ruang pamer biasa. Ia adalah pertemuan antara seni, kepedulian, dan keberlanjutan, sebuah ajakan untuk memandang sisa bukan sebagai akhir, melainkan awal dari kemungkinan baru.

Advertisement

Apa Itu Kain Marmer?

Kain Marmer adalah medium utama dalam pameran ini. Lahir dari proses daur ulang cacahan kain sisa yang dirajut kembali menjadi tekstil baru, kain ini memiliki efek visual organik menyerupai marmer, berlapis, unik, dan tak pernah sama pada setiap lembarnya.

Lebih dari sekadar material, Kain Marmer menjadi simbol siklus kehidupan: tentang sel, aliran, dan keterhubungan antara manusia, alam, dan bumi. Sebuah metafora visual yang mengingatkan bahwa pada setiap akhir, selalu ada benih permulaan.

Perjalanan Panjang Sebuah Inovasi

Kain Marmer bukanlah karya yang lahir dalam semalam. Dikembangkan sejak 2019, inovasi tekstil ini mulai diperkenalkan ke publik pada 2021 melalui ajang Lomba Perancang Mode, yang kala itu berhasil mengantarkan Adrie Basuki sebagai juara pertama. Sejak saat itu, Kain Marmer telah menjadi ciri khas yang dipatenkan, sebuah identitas yang melekat erat dengan nama Adrie Basuki di kancah mode Indonesia.

“Dari Sisa, Jadi Rasa”

Mengusung tajuk “Dari Sisa, Jadi Rasa”, pameran ini mengajak pengunjung untuk merasakan langsung bagaimana sisa tekstil dapat bertransformasi menjadi karya yang menyentuh. Setiap lembar Kain Marmer yang dipajang menyimpan cerita panjang tentang proses, kesabaran, dan keberanian untuk menciptakan keindahan dari keterbatasan.

Pameran ini diharapkan dapat membuka percakapan lebih luas tentang tanggung jawab industri kreatif terhadap lingkungan. Sebuah langkah kecil yang diyakini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keberlanjutan dalam mode.

Kolaborasi Bersama 7 Sekawan Perempuan Juara

Memperkaya narasi pameran, Adrie Basuki menggandeng “7 Sekawan” Perempuan Juara Adrie Basuki: Anne Danianto, Achy, Dian Natalia, Elda Rehattalanit, Prastiwi Dwiarti, Suci Widya, dan Sariti.

“Kisah Kasih Kain Marmer” bukan hanya pameran tekstil biasa. Ia adalah ruang refleksi, tempat di mana seni dan kepedulian bertemu. Sebuah undangan untuk menyaksikan sendiri bagaimana sisa dapat menjelma menjadi rasa dan bagaimana kain dapat bercerita tentang kehidupan.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Para Puan dalam Balutan #SayaAndien: Kolaborasi Saya dan Andien

Next Post

Malam Menawan di Kota London Burberry Winter 2026

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.