
Sore itu, 11 Februari, Bar Kotak di Jakarta menjelma ruang estetis yang intim sekaligus ekspresif. Di antara cahaya hangat yang temaram dan atmosfer artistis yang personal, para puan hadir dalam balutan palet yang optimistis. Mereka tidak sekadar menjadi tamu, melainkan representasi hidup dari semangat Colours Around the House yang plural dan autentis.

Siluet yang dikenakan terasa ringan namun afirmatif. Ada gaun dalam rona pastel yang lembut dan romantis, ada pula set berwarna vibran yang tampil progresif dan energis. Setiap tampilan memancarkan karakter khas yang intuitif, dari potongan minimalis yang subtil hingga permainan warna kontras yang eksentrik namun harmonis. Para tetamu merayakan diri mereka secara ekspresif, membiarkan busana berbicara dalam bahasa yang puitis dan simbolis.

Detail menjadi elemen krusial. Aksesori dipilih selektif dan artistis, riasan tampil natural namun luminous, rambut ditata praktis dengan sentuhan chic yang modernis. Tidak ada yang terasa artifisial. Semua bergerak organik, reflektif dari perempuan yang percaya diri namun tetap humanis.

Di tengah percakapan yang dialogis dan tawa yang ritmis, terlihat jelas bahwa koleksi ini bukan hanya dikenakan, tetapi dihidupi. Warna menjadi artikulasi emosional, siluet menjadi gestur politis yang subtil tentang kebebasan memilih dan merayakan identitas personal.

Dalam pertemuan yang eksklusif namun inklusif itu, para puan membuktikan bahwa gaya adalah manifestasi intuitif. Bahwa menjadi diri sendiri adalah tindakan estetis sekaligus revolusioner. Dan dalam setiap rona yang optimistis, tersimpan narasi romantis tentang perempuan yang utuh, dinamis, dan penuh totalitas.