
Empat dekade setelah nominasi pertamanya, Amy Madigan akhirnya membawa pulang piala Oscar. Aktris veteran tersebut memenangkan kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Best Supporting Actress) di Academy Awards 2026 lewat perannya dalam film horor supranatural Weapons.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena Weapons hanya memiliki satu nominasi Oscar, dan Madigan berhasil mengalahkan sejumlah kandidat kuat seperti Teyana Taylor (One Battle After Another), Wunmi Mosaku (Sinners), Elle Fanning (Sentimental Value), dan Inga Ibsdotter Lilleaas (Sentimental Value).
Saat menerima penghargaan pada Minggu malam waktu setempat, Madigan tampak masih tak percaya dengan momen tersebut. “Ini luar biasa!” serunya di atas panggung.
Ia juga menanggapi pertanyaan yang selama musim penghargaan sering diajukan kepadanya—apa yang berbeda dari nominasi Oscar pertamanya beberapa dekade lalu.
“Apa yang berbeda?” ujarnya sambil tersenyum. “Sekarang saya punya patung emas kecil ini.”
Karakter Horor yang Tak Terlupakan
Dalam Weapons, film horor supranatural yang ditulis dan disutradarai Zach Cregger, Madigan memerankan Aunt Gladys—seorang penyihir misterius dengan wig merah, riasan tebal, dan kacamata besar yang langsung mencuri perhatian penonton.
Penampilan karakter tersebut bahkan sempat menjadi meme internet, dan cukup ikonik hingga disebut oleh pembawa acara Oscar tahun ini, Conan O’Brien, dalam sketsa pembuka acara.
Performa Madigan membuktikan bahwa horor, genre yang sering dipandang sebelah mata dalam musim penghargaan, juga mampu menghadirkan akting yang kuat dan berkesan.
Rekor 40 Tahun Menunggu
Kemenangan ini juga mencatat sejarah pribadi bagi Madigan. Dengan nominasi untuk Weapons, ia memecahkan rekor jarak terpanjang antara dua nominasi Oscar untuk seorang aktris.
Nominasi pertamanya datang 40 tahun lalu, ketika ia masuk kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik lewat perannya sebagai Sunny dalam Twice in a Lifetime (1985), film yang disutradarai Bud Yorkin dan dibintangi Gene Hackman.
Empat dekade kemudian, Madigan kembali ke panggung Oscar, namun kali ini bukan sekadar sebagai nominasi, tetapi sebagai pemenang. Dan seperti yang ia katakan sendiri dengan humor khasnya, perbedaan terbesar dari perjalanan panjang itu kini bisa ia genggam: sebuah patung emas kecil yang akhirnya pulang bersamanya.