Raline Shah: Melihat Lebih, Berbuat Lebih
Raline Shah dibesarkan dengan empati tinggi, ini membuatnya ingin terus berbuat lebih untuk membantu orang-orang dan lingkungannya.


Raline Shah mempunyai empati tinggi, membuatnya tergerak untuk terus berbuat lebih demi membantu orang-orang dan lingkungan di sekitarnya.

Hidup berdekatan dengan berbagai hewan sejak kecil, seperti rusa, buaya, dan orang utan mengajarkannya perspektif hidup yang berbeda. Selain cinta tanpa syarat yang ditunjukkan Tuhan kepada manusia, Raline belajar tentang naluri yang dimiliki oleh para hewan,bertahan hidup dan melindungi kawanannya.

“Manusia harus banyak belajar dari hewan. Kita harus memastikan dan memperjuangkan ekosistem yang aman dan terkendali tak hanya untuk kita tapi juga untuk mereka karena mereka tidak punya suara untuk memperjuangkan diri mereka,” tutur Raline emosional, menyayangkan banyaknya hutan yang terbakar atau dimusnahkan untuk keuntungan manusia.

Isu ini memang dekat di hati Raline karena sang ayah, Dr. H. Rahmat Shah, merupakan Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) yang juga memiliki kebun binatang karena memiliki kecintaan pada alam dan misi mencegah kepunahan hewan langka.

“Hal-hal tersebut membuat saya bertanya-tanya, bagaimana dengan hewan-hewan liar lainnya yang tidak terlindungi dan habitatnya dihancurkan oleh manusia? Apakah mereka bisa menghirup udara segar dengan bebas atau selalu hidup dalam ketakutan karena manusia ingin membunuh mereka?” tanya Raline, yang terus belajar untuk lebih peka dan menggunakan suaranya untuk memperjuangkan hidup hewan liar dan juga anak-anak, melalui berbagai yayasan sosial yang ia miliki dan kelola.

Bulan Januari mendatang, ia pun berencana melakukan pendakian Gunung Kilimanjaro di Afrika Selatan yang disponsori oleh Sea Change Project untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap bahaya pemanasan global yang mengancam keberlangsungan planet Bumi dan kehidupan di dalamnya dan pentingnya melindungi ekosistem laut dan hutan kita. “Setiap hari saya latihan beban, circuit training, lari, dan berenang cepat selama satu jam,” ungkap Duta Fauna yang akan membuat mini documentary untuk merekam perjalanan pendakiannya ini.  

(STEPHANIE MAMONTO)
FOTO: AGUS SANTOSO YANG
RETOUCHER: TOPHER KOPER
PENGARAH GAYA: ERIN METASARI
BUSANA: SAPTO DJOJOKARTIKO, STELLA RISSA
AKSESORI: PATCHARAVIPA
TATA RIAS: BUBAH ALFIAN
TATA RAMBUT: ADE RAGIL
SATWA KOLEKSI: TAMAN MINI INDONESIA INDAH

 

 


Topic

Cover Story

Author

DEWI INDONESIA