Terbuai Ketenangan Hutan Ubud di Komaneka at Tanggayuda
Ubud tak pernah berhenti membuat saya jatuh cinta, kali ini lewat waktu tinggal saya di desa Tanggayuda.
18 Jan 2021


3 / 5
Berjarak sekitar 10 menit dari pusat kota Ubud, dikelilingi pepohonan tinggi yang asri, terletak desa Tanggayuda. Desa ini menjadi lokasi dari Komaneka at Tanggayuda, properti kedua dari Komaneka Resort yang dibangun di Ubud.
 
Desain bangunan yang kontemporer menyambut saya di sini. Warna bumi yang hangat tampak selaras dengan material kayu, detail ukiran, dan kehijauan yang mengelilingi resor. Suara jangkrik dan toggeret bersahutan dengan kicauan burung, tanda bahwa alam di sekitar saya sehat dan seimbang.

 

 
Tidak jauh dari lobi, berdiri sebuah galeri yang digunakan untuk memamerkan karya-karya seni seniman Bali dan Indonesia. Saat saya di sana, sedang berlangsung pameran karya I Ketut Suwidiarta dan I Made Arya Palguna, dua seniman muda Bali. Pemilik Komaneka Resort, Koman Wahyu Suteja dan Mansri Trisniawati, memang aktif di dunia seni tak hanya sebagai kolektor, namun juga sebagai patron bagi para seniman muda.
 
Selalu mengutamakan privasi, semua akomodasi di Komaneka at Tanggayuda dibangun berbentuk vila yang sebagian besar memiliki kolam renang pribadi. Selama masa pandemi, penutupan hotel digunakan sebagai kesempatan untuk merenovasi dan memperbaru tampilan kamar-kamar di Komaneka Tanggayuda, sehingga resor kedua yang dibuka oleh Komaneka ini tidak tampil atau terasa ‘tua’.
 
Berjalan santai mengelilingi resor ini bisa jadi aktivitas olah raga tersendiri, meski tentunya fasilitas gym tetap tersedia berserta heated plunge pool. Namun saya diajak mengekplorasi area sekitar resor lebih jauh lagi oleh staf Komaneka Tanggayuda.

 

 
Kami berjalan menyusuri sawah dan melewati hutan, hingga sampai ke Tjampuhan Ridge Walk atau yang lebih populer disebut Bukit Cinta oleh masyarakat lokal dan turis. Siapkan stamina Anda, karena jalur hiking ini mencapai 10 Km. Namun tentunya Anda bisa meminta jalur yang lebih pendek dan santai.
 
Terletak di bagian bangunan yang cukup tinggi, Batukaru Restaurant di Komaneka Tanggayuda yang berkonsep open air akan memberikan pemandangan gunung berapi Batukaru. Dari restoran ini, saya melihat salah satu kolam renang infinity yang tersedia di resor, yang terbuka ke arah lembah hijau di bawahnya.
 
Menu di sini mengedepankan masakan Indonesia dan juga internasional yang kaya rasa. Wajib dicoba: menu-menu masakan Bali seperti bubur ala Bali yang disajikan di saat sarapan. Penyajian masakan di Batukaru selalu cantik dan berwarna dengan penggunaan edible flowers, mulai dari menu sarapan, makan malam, hingga snek-snek kecil saat high tea/coffee time. Bunga warna-warni ini semua dipetik dari area kebun di dalam resor.
 
Saat saya berada di Komaneka Tanggayuda, hampir setiap pagi saat saya bangun, rintik hujan dan bau tanah basah menyapa saya. Musim hujan di Ubud membawa suasana yang semakin damai dan tenang, dan saya pun semakin betah berdiam saja di dalam vila saya untuk mengisi ulang tubuh dan pikiran. (Margaretha Untoro) Foto: Dok. Komaneka Resort

 

 

Author

DEWI INDONESIA