
Baha Gia kembali memperluas cara bercerita melalui kehadiran ruang terbarunya di Plaza Indonesia. Lebih dari sekadar ruang retail, kehadiran ini menjadi refleksi dari esensi brand yang mengedepankan kehangatan, kenyamanan, dan kedekatan emosional. Setiap sudut dirancang dengan pendekatan yang intimate menghadirkan pengalaman yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.

Bersamaan dengan momen tersebut, Baha Gia memperkenalkan koleksi Vol. VIII: Di Tepi Bali, sebuah eksplorasi yang berakar pada lanskap dan budaya Bali. Melalui kekuatan pattern orisinal, berbagai elemen khas seperti marigold, manggis, segara, pura, hingga tedung dan penangkaran penyu diterjemahkan menjadi motif yang hidup. Seluruhnya diolah secara mandiri, lalu diwujudkan dalam siluet ready-to-wear yang ringan dan kontemporer menggabungkan craftsmanship dengan narasi yang kuat.

Koleksi ini tetap setia pada DNA urban bohemian khas Baha Gia, namun hadir dengan pendekatan yang semakin refined. Detail seperti scallop neckline memberi sentuhan feminin yang halus, sementara dominasi rounded neck mencerminkan arah baru brand. Pilihan ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju Tokyo, menyesuaikan preferensi pasar yang lebih clean dan universal tanpa meninggalkan identitas lokal.
Palet warna yang dihadirkan pun terasa puitis gradasi biru laut, semburat matahari terbenam, hingga sentuhan pink yang menjadi signature brand. Melalui Di Tepi Bali, Baha Gia tidak hanya menghadirkan koleksi, tetapi juga membangun jembatan antara tradisi Indonesia dan perspektif global, dalam bahasa desain yang personal, hangat, dan relevan.