Kemenangan Jessie Buckley di Golden Globe 2026

Di Hamnet, Jessie Buckley memerankan duka dengan ketenangan yang menyentuh. Golden Globe 2026 menjadi pengakuan atas perjalanan artistik yang konsisten, humanis, dan penuh empati.

Nama Jessie Buckley bergema di panggung Golden Globe 2026 sebagai Pemenang Aktris Terbaik dalam Film Drama. Penghargaan bergengsi ini diraihnya lewat peran Agnes dalam Hamnet (2025), film drama periodik arahan Chloé Zhao yang menempatkan cinta, kehilangan, dan duka sebagai poros emosional cerita. Di tangan Buckley, kisah yang berakar pada sejarah itu terasa dekat dan relevan, seolah berbicara pada pengalaman manusia lintas zaman.

Jejak Artistik Sang Aktris

Sejak awal kariernya, Buckley dikenal melalui pilihan peran dalam narasi yang cenderung gelap, surealis, atau mengguncang batin. Penonton mengenalnya sebagai sosok yang menghadirkan kemanusiaan rapuh di tengah tragedi besar lewat miniseri Chernobyl (2017), sebuah penggambaran yang membekas tentang pengorbanan dan beban moral. Ia juga menampilkan ketegangan yang intens dalam atmosfer era Georgia yang kelam melalui serial Taboo.

Namun, bagi penikmat sinema artistik, penampilannya dalam I’m Thinking of Ending Things (2020) arahan Charlie Kaufman menjadi salah satu titik penting dalam kariernya. Dalam film psikologis yang bergerak seperti alur mimpi yang tak stabil, Buckley menyuarakan kegelisahan eksistensial dengan presisi emosional, membuat penonton merasa seolah ikut terjebak dalam labirin pikiran sang karakter.

Advertisement

Di Hamnet, Buckley memerankan Agnes, seorang perempuan yang mencintai dengan sepenuh raga dan kehilangan dengan seluruh jiwanya. Ia jatuh cinta pada William, seorang guru Latin miskin yang kelak dikenal sebagai William Shakespeare, diperankan oleh Paul Mescal. Kisah ini bergerak perlahan dari romansa menuju tragedi, ketika putra mereka, Hamnet, meninggal dunia akibat wabah pes. Duka yang dihadirkan Buckley tidak pernah meledak-ledak, justru terasa semakin kuat karena ditahan dan dirasakan sepenuhnya.

Kemanusiaan yang Hangat di Balik Layar

Saat menerima penghargaan—yang juga menjadi nominasi Golden Globe pertamanya—Buckley tampil apa adanya. Ia mengakui betapa asingnya berdiri di pusat sorotan. “Ini bukan perasaan atau situasi yang biasa untuk saya alami,” ujarnya di atas panggung, sebuah pengakuan jujur tentang betapa kemenangan pun bisa terasa ganjil.

Rasa syukurnya disampaikan dengan menyebut satu per satu orang di balik layar, dari sutradara hingga ratusan figuran. Gestur ini menegaskan pandangannya terhadap seni sebagai hasil kerja bersama, bukan pencapaian tunggal.

Ia secara khusus mengenang salah satu kru film, Tomasz Sternicki. “Saya suatu hari menemukannya di belakang truknya, sedang memotong kentang, bawang, dan daging. Ia memasak sup—dan ia bahkan membawa panci besi cor raksasanya langsung dari Polandia. Sup itu kemudian mulai muncul di lokasi syuting, dan rasanya luar biasa,” katanya.

Cerita itu terdengar sederhana, nyaris remeh. Namun justru di situlah sisi Buckley terasa paling nyata: perhatian pada hal-hal kecil yang membuat sebuah proses kreatif terasa manusiawi.

***

Kemenangan ini melanjutkan rangkaian pencapaiannya setelah ia meraih Critics Choice Award pada akhir pekan sebelumnya, serta masuk dalam nominasi Screen Actors Guild Awards. Dalam kategori tersebut, Buckley bersaing dengan Jennifer Lawrence (Die My Love), Renate Reinsve (Sentimental Value), Julia Roberts (After the Hunt), Tessa Thompson (Hedda), dan Eva Victor (Sorry, Baby). Selamat, untuk Jessie Buckley!

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Menelisik Kembali Legacy Italian Fashion

Next Post

BALENCIAGA & TAHUN BARU IMLEK SHIO KUDA: RITME BARU DALAM DENYUT KOTA

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.