
Mengawali tahun baru 2026, Marina Bay Sands menjelma menjadi sebuah kanvas raksasa yang penuh warna, ide, dan imajinasi lewat edisi keempat Where Art Takes Shape. Dihelat pada 22-31 Januari 2026, seluruh kawasan resor terpadu ini akan dipenuhi jiwa kreatif yang menyatukan seni visual, film, desain, dan gastronomi dalam satu lanskap pengalaman. Di keramaian Singapore Art Week, Marina Bay Sands berdiri bukan sekadar sebagai tempat, melainkan sebagai panggung di mana gagasan dari seluruh dunia saling bertaut.
Acara ini semakin menarik lewat kembalinya ART SG, pameran seni kontemporer terbesar di Asia Tenggara, yang tahun ini berkolaborasi dengan S.E.A. Focus untuk pertama kalinya. Lebih dari 100 galeri dari 30 negara berkumpul di satu atap, membentuk dialog global yang kaya, namun berakar pada perspektif Asia Tenggara. Setiap galeri adalah bintang dengan cahayanya sendiri, bersinar unik, namun bersama-sama membentuk peta baru seni kontemporer yang menegaskan posisi Singapura sebagai pusat budaya.
Perjalanan seni kemudian berlanjut ke ruang gelap yang penuh perenungan di ArtScience Museum lewat program film ART SG Film dan Visions of the Future. Di sini, gambar bergerak bukan sekadar hiburan, melainkan seperti mimpi kolektif yang mengajak penonton merenungi memori, mitos, dan masa depan alternatif. Sementara itu, pameran “NOX: Confessions of a Machine” karya Lawrence Lek membuka jendela ke dunia futuristik di mana mesin dapat bermimpi, bertanya, dan merasakan. Ia seperti cermin cerdas yang memantulkan kembali pertanyaan terdalam kita tentang teknologi, empati, dan kemanusiaan.

Tak hanya memanjakan mata dan pikiran, Where Art Takes Shape juga menyentuh indera rasa. Di restoran-restoran Marina Bay Sands, seni menjelma menjadi koktail dan hidangan yang diracik untuk menghidupkan seni dalam kuliner. Dari WAKUDA dengan koktail Noren yang beraroma lembut bak kain sutra Jepang, hingga Mott 32 dengan The Anna Wong yang merayakan persilangan Timur dan Barat, setiap tegukan menjadi narasi tentang warisan dan identitas yang berlapis.

Melengkapi semuanya, Marina Bay Sands Art Trail mengajak pengunjung berjalan perlahan di antara sembilan instalasi seni publik berskala besar, seolah menelusuri galeri terbuka di bawah langit Singapura. Di jalur ini, seni tidak lagi terkurung di dinding, melainkan hadir sebagai teman perjalanan mengundang kita berhenti, memandang, dan menemukan kembali keajaiban dalam ruang yang kita kira sudah akrab. Lewat Where Art Takes Shape, Marina Bay Sands membuktikan bahwa seni bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk pengalaman yang berkesan.
Teks: Kinar Laimaura
Editor: Mardyana Ulva