
Bagaimana jika sebuah pencarian dimulai dari langkah Jennie, mengikuti kilau yang memilih untuk bersembunyi?
Di tahun 2026, COCO CRUSH kembali hadir bukan sekadar sebagai kampanye perhiasan, melainkan sebagai permainan rasa yang digerakkan oleh intuisi dan emosi. Melalui film terbarunya berjudul Hide and Seek, CHANEL Fine Jewelry membuka ruang pertemuan tempat keindahan, rasa ingin tahu, dan ketegangan halus saling berkejaran. Chateau Marmont dipilih sebagai latar yang nyaris mitologis, sebuah hotel legendaris dengan atmosfer intim, di mana setiap koridor menyimpan rahasia dan setiap pintu membuka kemungkinan yang tak sepenuhnya terucap. Di ruang inilah narasi bergerak pelan, membiarkan setiap detail berbicara melalui gestur dan kilau.
Jennie tampil sebagai sang pencari, sosok yang tenang namun penuh determinasi. Langkahnya menyusuri lorong-lorong tersembunyi seolah dipandu oleh cahaya yang tak pernah benar-benar diam. Berhadapan dengannya, Gracie Abrams hadir sebagai sosok yang bersembunyi, lembut, sensitif, dan sulit ditebak. Kamera mengikuti pergerakan mereka yang saling bersilangan, menangkap momen-momen di antara hadir dan menghilang, antara ingin ditemukan dan memilih untuk tetap menjadi misteri. Di tengah permainan ini, COCO CRUSH berkilau sebagai simbol keberanian untuk mendekat, untuk merasakan, dan untuk membiarkan diri terbaca.

Disutradarai oleh Gordon Von Steiner, film ini bergerak dengan ritme sinematik yang puitis dan intim. Setiap adegan disusun seperti fragmen emosi, dirajut perlahan melalui cahaya, ruang, dan keheningan. Kehadiran Mona Tougaard, Lulu Tenney, Mathilda Gvarliani, Akon Changkou, dan Qun Ye memperkaya narasi sebagai figur-figur yang hadir sekejap namun meninggalkan kesan. Mereka bukan sekadar wajah, melainkan ekspresi rasa: tatapan yang tertahan, langkah yang ragu, dan kilau yang muncul tanpa suara.

Lebih dari sekadar visual yang memikat, COCO CRUSH Hide and Seek merayakan seni menemukan kembali. Bahwa setiap pertemuan, baik yang direncanakan maupun yang datang tiba-tiba, selalu meninggalkan jejak yang halus namun membekas. Melalui motif quilted khas COCO CRUSH yang dirangkai dalam emas beige 18K, emas kuning, emas putih, dan berlian, CHANEL merangkai perhiasan bukan hanya untuk dikenakan, tetapi untuk dirasakan. Sebuah pengingat bahwa keindahan sejati kerap hadir di antara sembunyi dan sunyi, saat kita berani bermain, dan akhirnya, ditemukan.