Sambut Wajah Baru Butik Optik Tunggal di Gandaria City Mall
Jejak Lynda Benglis di Balik Dior Haute Couture Fall/Winter 2026–2027 Karya Jonathan Anderson

Jejak Lynda Benglis di Balik Dior Haute Couture Fall/Winter 2026–2027 Karya Jonathan Anderson

Jonathan Anderson menjadikan karya-karya Lynda Benglis sebagai titik awal debut couture-nya di Dior, menerjemahkan bahasa seni sang pematung ke dalam siluet, tekstur, hingga detail busana

dior

Di balik debut Jonathan Anderson untuk Dior Haute Couture Fall/Winter 2026–2027, terdapat satu nama yang terus muncul di balik setiap siluet: Lynda Benglis. Seniman asal Amerika Serikat ini dikenal lewat karya-karya skulptural yang mengeksplorasi bentuk organik, material, dan gerak. Bagi Anderson, karya Benglis bukan sekadar referensi visual, melainkan cara baru untuk memandang couture sebagai medium seni. Dari arsip Christian Dior hingga perjalanan Benglis di India, berikut beberapa karya yang menjadi benang merah koleksi tersebut.

Dari Pahatan Menuju Siluet Couture

dior

Salah satu karakter paling menonjol dari karya Lynda Benglis adalah bentuknya yang mengalir, berlipat, dan nyaris tanpa struktur yang kaku. Pendekatan tersebut diterjemahkan Jonathan Anderson melalui teknik pleating, draping, folding, dan knotting. Alih-alih membangun volume dengan konstruksi yang tegas, ia membiarkan kain bergerak layaknya sebuah pahatan yang hidup, menciptakan siluet yang terasa ringan namun tetap monumental.

Untitled (2001): Ketika Garis Menjadi Busana

dior (4)

Salah satu karya yang dirujuk Anderson adalah Untitled (2001). Dalam gambar abstrak tersebut, Lynda Benglis menghadirkan komposisi garis-garis organik yang memancar menyerupai bunga, dedaunan, atau organisme alami. Anderson menerjemahkan karakter tersebut menjadi bordir, tekstur, dan permainan volume yang membuat setiap busana tampak hidup, seolah motif-motif dalam karya Benglis bermekaran di atas kain.

Advertisement

The Peacock Series: Pengaruh Perjalanan ke India

dior (6)

Perjalanan Lynda Benglis ke Ahmedabad pada akhir 1970-an melahirkan The Peacock Series, yang terinspirasi dari keindahan burung merak dan kekayaan visual India. Referensi ini muncul melalui bentuk kipas, detail yang menyebar, serta ornamen yang memberikan kesan dramatis pada sejumlah look. Anderson tidak menyalin bentuk merak secara harfiah, melainkan mengolah ritme, volume, dan kemegahan karya tersebut ke dalam bahasa couture.

India sebagai Bagian dari Kisah Lynda Benglis

dior (7)

Ketertarikan Anderson pada India juga berangkat dari jejak perjalanan Lynda Benglis. Dari sana, ia mengeksplorasi dua warisan kriya yang kemudian hadir dalam koleksi ini, yakni Indian chintz dan gemstone carving.

Motif floral pada beberapa busana mengacu pada chintz, tekstil katun bermotif bunga yang pernah menjadi komoditas penting antara India dan Eropa. Sementara itu, aksesori berbahan green onyx merupakan penghormatan terhadap tradisi gemstone carving dari Jaipur. Keduanya memperlihatkan bagaimana Anderson memperluas inspirasi Benglis ke ranah kerajinan tangan yang telah lama menjadi bagian dari sejarah seni India.

Arizona Coat: Arsip Dior dalam Bahasa Baru

dior (5)

Selain karya-karya Benglis, Anderson juga menghidupkan kembali Arizona Coat rancangan Christian Dior tahun 1948. Namun, arsip ini tidak dihadirkan sebagai reproduksi semata. Setelah sebelumnya diinterpretasikan oleh John Galliano pada Spring 2011 dan Raf Simons pada Fall 2013, Anderson memberikan pendekatan yang berbeda melalui lipatan, draping, dan volume yang dipengaruhi bahasa skulptural Lynda Benglis. Hasilnya adalah dialog yang mempertemukan warisan Dior dengan seni kontemporer.

dior (8)

Melalui debutnya di Dior Haute Couture, Jonathan Anderson menunjukkan bahwa inspirasi dapat berkembang jauh melampaui dunia mode. Karya-karya Lynda Benglis menjadi fondasi yang menghubungkan seni, sejarah, dan kerajinan dalam satu narasi yang utuh. Bukan sekadar menciptakan busana baru, Anderson membuktikan bahwa haute couture dapat menjadi ruang pertemuan antara arsip, pahatan, dan imajinasi, menjadikan setiap look lebih dari sekadar pakaian, melainkan sebuah karya seni yang dikenakan.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
optik tunggal

Sambut Wajah Baru Butik Optik Tunggal di Gandaria City Mall

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.