Seven Star Production menggelar latihan gabungan yang mempertemukan seluruh elemen kunci Afgan retrospektif: The Concert. Sebuah pertunjukan yang dijanjikan menjadi panggung termegah dalam perjalanan bermusik Afgan. Latihan ini menjadi momen sakral yang menyatukan harmoni dan simfoni, merangkum tiga puluh lagu yang akan membentang di hadapan 4.000 penonton pada 18 Juli 2026 di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center.

Di tengah ruang latihan, Afgan berdiri bersama Erwin Gutawa Orchestra yang siap mengawal setiap nada. Tiga suara kolaborator istimewa: Kris Dayanti, Mahalini, dan Petra Sihombing, serta paduan suara Paragita yang ikut meramaikan lapisan vokal. Seluruh tim produksi, penata suara, hingga penata visual hadir, menandakan bahwa malam puncak nanti bukan hanya tentang sang solois, melainkan kerja kolektif dari para perajut rasa yang telah bekerja nyaris satu tahun lamanya.
Grand Symphonic Universe: Lebih dari Sekadar Konser
Mengusung konsep Grand Symphonic Universe, konser ini menjanjikan sebuah pengalaman menyeluruh yang memadukan orkestra, visual imersif, dan narasi yang terbagi dalam beberapa babak. Layaknya membaca jurnal perjalanan hidup, penonton akan diajak menyusuri fase-fase penting dalam hampir dua dekade karier Afgan. Tiga puluh lagu dikurasi secara teliti bukan hanya deretan hit, melainkan potongan cerita yang membentuk identitas sang penyanyi.

Latihan gabungan tersebut menjadi titik temu di mana suara Afgan akhirnya bersatu dengan aransemen megah yang digubah oleh Erwin Gutawa. Setiap transisi babak, setiap hentakan orkestra, hingga bisik harmoni paduan suara diuji dalam ruang ini.
Sebuah Tonggak bagi Seven Star Production
Bagi Seven Star Production, konser ini bukan hanya acara besar, melainkan langkah awal mereka memasuki skala produksi musik yang lebih luas. “Selama hampir satu tahun terakhir, kami bersama seluruh tim mempersiapkan konser ini. Kami berkolaborasi dengan para talenta terbaik di industri untuk menghadirkan pertunjukan yang benar-benar istimewa,” tutur Dolly Sartika, Promotor – CEO & Founder Seven Star Production.

Harapan itu terukir dalam setiap detail persiapan. Latihan gabungan ini adalah wujud nyata dari komitmen tersebut, menyatukan puluhan musisi, teknisi, dan kreator dalam satu irama. Semua demi sebuah malam yang akan meninggalkan jejak emosional mendalam bagi siapa pun yang hadir.
Menanti Malam yang Tak Sekadar Dikenang

18 Juli 2026 akan menjadi penanda. Di Plenary Hall, JICC, Afgan akan membawa penonton melampaui sekadar nostalgia. Dengan dukungan Erwin Gutawa Orchestra, tiga kolaborator istimewa, dan paduan suara Paragita, tiga puluh lagu siap mengudara dalam balutan simfoni yang megah namun intim. Bagi Afgan, ini adalah retrospeksi; bagi penonton, ini akan menjadi sebuah perjalanan yang dipulangkan dalam bentuk kenangan.