
Di Théâtre du Châtelet, Paris, Robert Wun mempersembahkan koleksi Haute Couture Fall/Winter 2026–2027 bertajuk Childsplay. Lewat koleksi ini, ia mengajak audiens kembali melihat dunia melalui sudut pandang seorang anak, ketika rasa ingin tahu dan imajinasi tumbuh tanpa batas.
Ketika Permainan Menjadi Couture

Percikan cat, balok geometris, pita berukuran besar, hingga boneka beruang menjadi simbol yang membentuk narasi koleksi. Di tangan Robert Wun, elemen-elemen tersebut diterjemahkan menjadi siluet teatrikal dengan teknik couture yang presisi, membuktikan bahwa permainan dapat berubah menjadi karya adibusana.
Inspirasi dari Dunia Seni

Di balik Childsplay, Robert Wun merangkai inspirasi dari tiga karya seni, yaitu The Four Dead Ravens (1888) karya Henri Charles Guérard, Deodorized Central Mass with Satellites (1987) karya Mike Kelley, dan The Souls on Jacob’s Ladder Take Their Flight (Large Blue) (2007) karya Damien Hirst. Ketiganya menghadirkan dialog tentang memori, fantasi, dan ekspresi visual yang kemudian diterjemahkan ke dalam setiap siluet.
Salah satu tampilan yang paling mencuri perhatian adalah gaun hitam dengan rangkaian balon warna-warni yang membentuk ekor panjang. Dipadukan dengan struktur dramatis dan permainan volume, setiap look terasa seperti adegan dalam sebuah cerita.
Fantasi yang Menjadi Nyata

Melalui Childsplay, Robert Wun menunjukkan bahwa haute couture bukan sekadar tentang busana, tetapi juga medium untuk menghidupkan kembali imajinasi. Koleksi ini menjadi pengingat bahwa kemampuan untuk bermain dan bermimpi tidak pernah benar-benar hilang, bahkan ketika kita telah dewasa.