Tenun Soirée Cita Tenun Indonesia, Menyambung Tali Asih Wastra

Instalasi 18 tahun Cita Tenun Indonesia di Senayan City ditutup dalam sebuah hajatan prasaja untuk menggalang dana bagi Nusa Tenggara Timur.
Cindy Ozzie bersama para pegiat wastra lain menghadiri perayaan 18 tahun Cita Tenun Indonesia di Senayan City.
Cindy Ozzie bersama para pegiat wastra lain menghadiri perayaan 18 tahun Cita Tenun Indonesia di Senayan City.

Wastra adalah benang yang menyambungkan masa kini dengan masa lalu dalam jalinan tali asih. Hal ini mengemuka dalam instalasi “Glorify Indonesia 2026: Weaving Archipelago” persembahan Cita Tenun Indonesia. Dipamerkan di lobby Promenade Senayan City, instalasi ini menampilkan berbagai wastra dari desa-desa binaan Cita Tenun Indonesia di seluruh kepulauan. Jumat sore kemarin, 28 Agustus 2026, “Tenun Soirée” secara resmi menutup instalasi selama satu bulan ini dengan padu-padan musik, gerak, dan ekspresi budaya kontemporer, sekaligus menggalang dana untuk korban bencana gempa Nusa Tenggara Timur.

Glorify Indonesia 2026: memajang megah tenun Nusantara

IMG_3130

Glorify Indonesia 2026 merayakan 18 tahun Cita Tenun Indonesia lewat instalasi kolaborasi dengan TACO. Dua menara dan satu balairung dalam palet warna bumi menampilkan tenun-tenun dari perajin hasil binaan Cita Tenun Nusantara. Instalasi ini seakan menjadi Nusantara kecil dengan koleksi wastra dari Sabang sampai Merauke, seperti songket Lampung, sobi Sulawesi, dan endek Bali.

Lewat instalasi Glorify Indonesia 2026, pengunjung Senayan City diajak menjelajahi pusparagam wastra Indonesia. Warna yang beragam, dari palet warna cokelat yang kalem hingga menyala semarak; maupun aneka corak, dari yang kompleks mendetail hingga subtil dalam monokrom.

Advertisement

Ruang ini turut menyambut tradisi wastra dengan kondisi masa kini. Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur turut berdampak kepada penenun dan komunitas wastra di wilayah ini. Untuk itu, Cita Tenun Indonesia turut menggalang dana, salah satunya lewat penjualan wastra dari Indonesia Timur.

Tenun Soirée: menggemakan semarak kultural Indonesia

PrintIM

Tenun Soirée memungkas perayaan yang bertepatan dengan 18 tahun kiprah Cita Tenun Indonesia. Acara ini mengundang sejumlah pegiat budaya untuk menggaungkan semangat mengenakan wastra kepada generasi muda.

Para host adalah aktor Abby Latip, pegiat seni Cindy Ozzie, promotor dan pengarah gaya Radhitio Anindito, dan pengarah gaya Gisela Jizeeru. Semuanya mengenakan busana perancang Indonesia yang meleburkan wastra ke dalam garis rancangnya. Abby dan Cindy berbalut busana TANGAN, sementara Radhitio tampil dengan setelan MORAL.

Dalam gelaran kasual ini, pegiat dan pecinta wastra hadir untuk berbincang santai sambil menikmati instalasi Glorify Indonesia 2026 dan sajian dari Lomma. Acara turut diramaikan talkshow bersama perancang Amot Syamsuri Muda. Selanjutnya, alunan musik besutan Hanindito Sidharta dari Aksara Records meramaikan suasana dengan meriah.

Dengan bersahaja, Cita Tenun Indonesia merajut tali asih yang menyambung lusi dan pakan linimasa, agar tetap kontinyu dan bahari.

Previous Post
TEMMA PRASETIO FOR IWAN TIRTA

Koleksi UNBOUND TEMMA PRASETIO for IWAN TIRTA: Mendefinisikan Ulang Batik untuk Pria Modern

Advertisement
Sign in